Komitmen Jadikan Kota Religius, Bukan Hanya Sebatas Program

0
347

KOTA GORONTALO – Komitmen Pemerintah Kota Gorontalo, dalam menjadikan daerah ini sebagai Kota Religi, bukan hanya sekedar program belaka. Namun, kegiatan yang berkaitan dengan program tersebut, terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo hingga ke wilayah-wilayah kecamatan, kelurahan dan rukun tetangga (RT/RW). Salah satunya program Gerakan Sholat Subuh Berjamaah, yang disebut GSSB di Masjid Nurul Ain Kelurahan Dembe Jara.

Walikota Gorontalo Marten A. Taha jelaskan, GSSB ini bagian dari implemetasi program dalam rangka menjadikan Kota Gorontalo sebagai Kora Religius. Bukan hanya itu, melalui program tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo turut bersosialisasi dan mengajak generasi muda untuk andil dalam kegiatan positif.

“Program GSSB ini, bukan hanya dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Gorontalo, namun turut digalakkan oleh seluruh aparatut pemerintahan, baik di tingkat Kelurahan dan Kecamatan. Tujuannya, yakni menjadikan daerah ini lebih baik, masyarakatnya khususnya generasi muda terhindar dari aktivitas yang menyimpang,” ujar Marten.

Seiring dengan pelaksanaan program tersebut, Marten juga mengungkapkan bahwa, Pemerintah Kota Gorontalo terus mendukung pelaksanaan pembangunan masjid-masjid yang ada di seluruh wilayah Kota Gorontalo. Karena, semakin banyak Masjid di Kota Gorontalo, maka akan semakin banyak pula masyarakat dan generasi muda, tergerak hatinya untuk memakmurkan masjid.

Tidak hanya itu tambah Walikota Gorontalo Dua Periode ini, Pemerintah Kota Gorontalo sendiri dalam menyukseskan cita-citanya menjadikan Kota Gorontalo sebagai Kota Religi, juga tengah menggalakkan program 10 ribu hafiz. Yaitu, selama lima tahun kedepan, Pemerintah Kota Gorontalo bertekad akan melahirkan 10 ribu hafiz.

“Jika semua generasi muda Kota Gorontalo fasih baca tulis dan menghafal Al Quran, saya yakin mereka tidak akan terjerumus ke lembah hitam pergaulan yang bisa berdampak buruk pada masa depan mereka,” ungkap Marten.

Pelaksanaan berbagai program kegiatan ini, ia katakan, adalah wujud Pemerintah Kota Gorontalo, mengajak masyarakat untuk memerangi kriminalitas. Sebab, untuk menjadikan suatu daerah itu aman dari kriminalitas seperti, prostitusi, narkoba, peredaran minuman beralkohol dan lain sebagainya, bukan hanya dari kegiatan razia dan operasi rutin oleh aparat hukum.

Tetapi harus ditunjang dengan program religi, yang mampu memberikan sugesti positif dan baik terhadap cara berpikir masyarakat dan generasi muda, sebagai masa depan daerah.

“Untuk memberantas segala macam aksi tindak kriminal di daerah, kita bukan hanya dengan cara menggelar razia di penginapan dan sejenisnya. Tetapi, melalui program seperti ini, bisa menyentuh masyarakat dan mengarahkan mereka kepada hal-hal baik” tuturnya.

“Maka dari itu, saya berharap kepada seluruh komponen dan elemen masyarakat, untuk terus mendukung program kegiatan yang kami jalankan demi hajat hidup orang banyak,” tutup Marten.(***/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here