Camat Hiliserangkai Imbau Kades Harus Terbuka dan Transparan Kepada Masyarakat

0
636

NIAS – Arlin Mendrofa, SE mendapatkan promosi jabatan di tahun 2020 dipercaya menjabat Camat Hiliserangkai Kabupaten Nias.

Diruang kerjanya di Kantor Camat Hiliserangkai saat di wawancarai wartawan menjelaskan kariernya sebagai ASN. “Tahun 2012 sampai 2016, saya menjabat Sekcam di Kecamatan Hiliserangkai, kemudian awal 2017 menjabat sebagai Kepala Bidang di BPKPAD Pemkab Nias, 2018 menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Perizinan,” ucapnya.

Arlin menambahkan, usai dari Dinas Perizinan, ia diliburkan karena ada perampingan organisasi. “Kebetulan bidang saya diliburkan maka saya mendapatkan punishment dan distafkan di perpustakaan Kabupaten di tahun 2019 dari Maret hingga November. Kemudian dirolling menjadi Kepala seksi di Satpol PP dan di tahun 2020 saya diberikan tanggung jawab sebagai Camat Hiliserangkai Kabupaten Nias. Dan 15 bulan lagi saya akan pensiun,” ungkapnya saat ditemui awak media, Selasa (28/1/2020).

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kepada Kepala Desa di wilayah Kecamatan Hiliserangkai agar melaksanakan pengelolaan APBdesa/DD sesuai dengan aturan. “Transparan yang utama, baik pembangunan maupun program agar masyarakat desa yang mengerjakannya, karena dana desa itu untuk memberdayakan masyarakat,” ujarnya seraya berharap kepada masyarakat Kecamatan Hiliserangkai agar terus mendukung semua program pembangunan di desa.

Selain itu, Arlin mengungkapkan di wilayah Hiliserangkai ini yang layak di bangun sebagai destinasi wisata yaitu Hiliwarasi. “Dan kita sudah berencana untuk mengajukannya kepada Pemerintah Kabupaten Nias karena disitu terdapat sumber air yang sangat bersih. Tentunya bermanfaat bagi masyarakat jika sudah terbangun karna bisa juga dimanfaatkan untuk perkemahan. Semoga instansi terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata bisa mengakomodir,” tuturnya.

“Tentunya melakukan pemeliharaan terhadap rumah adat yang ada di kecamatan Hiliserangkai. Diwilayah ini juga sudah terbangun Perguruan Tinggi namun sudah vakum beberapa tahun dikarenakan ijin operasionalnya belum diterbitkan hanya gara-gara karna hutan lindung,” tambah Arlin.

Menurutnya, Universitas tersebut sangat bermanfaat buat warga untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. “Kalau hanya karena hutan lindung tidak di keluarkan ijin operasionalnya kenapa tidak ditutup saja sekolah yang ada di Hiliserangkai ini. Jangan hanya gara-gara itu, sektor pendidikan jadi korbannya,” cetusnya seraya mengakui, dirinya sempat berkoordinasi terkait ijin dengan donatur asal Jakarta.

“Universitas yang sudah terbangun di Hiliserangkai ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat apalagi sudah banyak yang tamatan SMA sekarang dan tentu jika perguruan tinggi itu aktif, maka mereka bisa kuliah disitu. Dan mungkin salah satu peningkatan di sektor ekonomi pendapatan masyarakat. Dimana mereka bisa membuat usaha semacam, kantin, dan rumah makan. Berharap ijin operasionalnya itu secepatnya bisa keluar,” pungkas Camat.(Makmur Gulo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here