Pemprov Siapkan Rp 209 Miliar Untuk Pembangunan di Kota Gorontalo

0
272
Pertemuan Pemerintah Kota Gorontalo dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka Sinkronisasi Program 2020

GORONTALO – Sebanyak Rp 209 Miliar yang akan disiapkan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk melaksanakan pembangunan di Kota Gorontalo.

Pembangunan tersebut diantaranya pada bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Hal ini dibuktikan, dari hasil sinkronisasi program dan kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Gorontalo ke Pemerintah Kota Gorontalo di gedung Bandayo Lo Yiladia.

Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha menjelaskan bahwa, sinkronisasi program menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi Gorontalo setiap awal tahun untuk menyosialisasikan program kegiatan di setiap daerah termasuk di Kota Gorontalo.

Sekaligus mengetahui bagaimana, dan apa saja program di setiap kabupaten dan kota. Pemaparan yang Ia sampaikan dihadapan jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo, yakni khusus di tahun 2020. Baik itu program kegiatan yang dianggarkan melalui APBD, APBN atau yang tertuang dalam RPJMD Kota Gorontalo.

“Kota Gorontalo khususnya di tahun ini, yaitu memprioritaskan pengembangan dan perluasan program dibidang infrastruktur, seperti peningkatan kawasan jalan Aryo Katili , Jalan HB Yasin dan Jalan Nani Wartabone (eks panjaitan). Makanya yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Gorontalo, sudah kami paparkan dihadapan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Demikian pula jalan dibawah tanggung jawab Nasional, disampaikan pada Balai Jalan, Kota Gorontalo pun demikian,” ujar Marten.

Berkaitan dengan pelaksanaan program kegiatan itu, Wali Kota mengakui sinergitas antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemerintah Kota Gorontalo sudah berjalan dengan baik. Demikian pula dengan kolaborasi program, yang selama ini dilaksanakan. Hanya saja pihak Pemerintah Kota Gorontalo sendiri, akan menunggu implementasi di lapangan.

“Kegiatan ini sifatnya Tri in one, yaitu bukan hanya jalan yang kami tangani bersama. Tetapi secara kolektif termasuk di dalamnya penanganan drainase dan pedesterian. Sehingga ketika kegiatan selesai, tidak ada lagi genangan, pedesteriannya pun tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat. Alhamdulillah sesuai dengan pemaparan Gubernur, bahwa itu sudah terintegrasi dengan kegiatan yang telah direncanakan,” pungkas Marten.(***/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here