Tantang Pingkan Kapoh Lapor Balik, Eftalita Sebut Punya Bukti Rekaman

0
1055

BITUNG, SULUT – Laporan Eftalita Christie Mononimbar di Polda Sulut terkait dugaan kasus penipuan yang diduga dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bitung, Pingkan Kapoh kian memanas.

Adu argumen pun terus mengalir antara Eftalita (pelapor) dengan mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Bitung, Pingkan (terlapor) terkait dugaan penipuan senilai ratusan juta rupiah.

Pingkan, melalui kuasa hukumnya Setli A.S Kohdong, SH saat dikonfirmasi sejumlah media membantah terkait laporan dari Eftalita.

“Apa yang disampaikan pihak pelapor terkait klien saya (Pingkan) menerima atau meminta uang itu tidak benar. Dari kerugian yang disebutkan, sepeserpun pun tidak ada yang diterima klien saya,” tegasnya.

Setli menambahkan, akan kembali melaporkan Eftalita terkait pencemaran nama baik kliennya. ” Untuk peluang melaporkan balik pasti ada tapi saat ini kami masih mempertimbangkannya. Kita juga mendapatkan adanya bukti-bukti terkait laporan tersebut diduga palsu. Dan itu akan jadi bahan laporan kita,” tandasnya.

Sementara itu, Eftalita saat dihubungi menantang balik Pingkan Kapoh untuk segera melapor balik. “Silahkan dilaporkan, kalau perlu sekarang juga jangan cuma wacana aja. Ungkapan itu sudah lama saya dengar tapi sampai saat ini tidak ada juga. Saya siap menunggu,” ujarnya.

Eftalita juga menegaskan, bahwa laporan ini akan terus dilanjutkan hingga ke meja hijau. “Kasus ini akan tetap berlanjut. Siapa salah dan yang benar di mata hukum. Saya punya rekaman pembicaraan dengannya, kita lihat saja nanti,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Eftalita warga Ranoyapo, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan dan temannya bernama Richard Ottay berprofesi sebagai rekanan penyedia barang dan jasa.

Adapun pelaporan tersebut di Polda Sulut dengan surat tanda terima laporan polisi pengaduan (STTLP) dengan nomor laporan:LP/23/1/2020/SULUT/SPKT pada tanggal 14 Januari tahun 2020 bermula dari komunikasi antara Pingkan dan kedua korban.

Pingkan menawarkan pekerjaan pengadaan barang dan jasa kepada Eftalita dan Richard, dalam kapasitasnya sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bitung.

Tawaran itu tentu saja diterima kedua korban. Selain karena berkecimpung di bidang tersebut, Eftalita dan Richard juga punya hubungan kekerabatan dengan Pingkan.

Nyatanya, fakta yang terjadi tidak sesuai dengan harapan.
Korban sudah melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan uang sendiri, namun hingga detik ini bayaran yang jadi hak mereka tidak diberikan. Alhasil, kerugian materi yang tidak sedikit diderita Eftalita dan Richard. Total keduanya mengalami kerugian sebesar Rp 526 juta.(ryp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here