Diduga Ada Permainan Harga Gas Melon di Sejumlah Pangkalan

0
284

SUBULUSSALAM, ACEH – Surat keputusan harga LPG 3kg yang biasa disebut melon dikeluarkan Wali Kota dengan nomor, 188.45/187/2018, tentang harga enceran untuk masyarakat di anggap mandul oleh beberapa pangkalan yang ada di simpang kiri kota Subulussalam.

Hal ini terdapat disebuah pangkalan yang berdomisili di Jalan Nyak Adam Kamil yang diduga memperjualbelikan diatas harga yang sudah ditetapkan menurut Perwako Subulussalam. “Mereka menjual di atas harga HET, yaitu Rp 23ribu hingga 24ribu. Ini juga sangat berbeda dari dua pengusaha pemasok gas lpg PT. Risqi Bersaudara Gas dan Law Tawar Beuna Gas yang berjanji jika ada pangkalan yang menjual gas diatas harga het akan dicabut ijinnya. Namun hal ini masih kerab terjadi bahkan ada yang menjual hingga harga Rp 25ribu. Kami menilai aturan yang ditetapkan walikota tidak diindahkan,” ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga menuturkan, akibat permainan harga tersebut membuat kios menjual dengan harga gas yang fantastis. “Kita (masyarakat) jadi korban. Belum lagi ke kecamatan lain, seperti Longkib Rundeng dan Sultan Daulat atau penanggalan, dalam aturan Walikota juga sudah disebutkan pihak agen mengantar langsung ke pangkalan agar pangkalan tidak lagi mengeluarkan biaya transportasi.

Dari penelusuran awak media, Sabtu (22/2/2020) saat menyambagi salah satu pangkalan tersebut mengaku kenaikan harga diakibatnya ada biaya bongkar. “Kami menjual diatas het (Rp 23ribu) karena kami dikenakan uang bongkar. Jadi wajar,” ujar pemilik pangkalan.

Parahnya lagi, bahkan ada yang menjual Gas Melon tersebut dengan harga Rp. 30ribu. Padahal sudah terpampang di depan tokonya kalo harga HET Rp.20.500. “Pastinya kecewalah. Kami meminta intansi terkait untuk menindaklanjuti keluhan ini dengan menggelar sidak terkait harga gas melon,” tandas warga.(rmn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here