Mutasi Guru di Disdik Subulussalam Jadi Sorotan

0
694

SUBULUSSALAM – Mutasi bagi pegawai negeri sipil (PNS) hal yang biasa dilakukan pemerintah daerah dalam melakukan penyegaran. Namun berbeda dengan mutasi yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Subulussalam, 13 januari 2020 lalu yang diduga meninggalkan kesan kecewa tenaga pendidikan terhadap hasil mutasi tersebut.

“Saya dimutasi dari Kepsek menjadi guru biasa itu hal wajar. Tapi penempatan tugas yang saya kecewa, sebab ditempatkan di sekolah yang sudah penuh guru. Ini sangat aneh, katanya pemerataan agar tidak ada penumpukan guru,” ucap salah satu guru berinisial S kepada awak media.

Ia menuturkan, kebijakan Kepala Dinas Kota Subulussalam tidak sesuai dengan apa yang disampaikan terkait tak adanya penumpukan tenaga pendidikan di setiap sekolah.

“Jadi Apa yang pernah disampaikan beliau (kadis) bahwa di kecamatan Rundeng tepatnya di SDN Penglima Saman, yang mana mutasi kali ini tidak ada penumpukan supaya ada pemerataan yang di kecamatan Rundeng tetap disana ternyata hoax. Saya sendiri sudah satu minggu tidak mengajar karna tempat saya dipindahkan sudah penuh dengan tenaga pendidikan,” tandasnya.

“Kalo selamanya bagini secara tidak langsung membunuh sertifikasi kami ? Karna tempat kami dipindahkan mengajar tidak ada jam pelajaran kami, datang ke sekolah hanya duduk saja. Kami meminta agar kepala dinas bisa memberikan rekom penempatan di sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidikan agar kami tetap bisa mengajar,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulussalam H. Sairun, S.Ag saat dikonfirmasi via Whatsapp, menegaskan mutasi yang dilakukan pihaknya berdasarkan evaluasi agar adanya pemerataan jam mengajar.

“Intinya tidak mungkin sempurna sebagaimana di insetrumenkan. Guna pemerataan harus ada evaluasi agar target guru terkait jam mengajar tercapai dengan baik. Yang pastinya semua akan kami tindaklanjuti,” singkatnya.(rmn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here