Ini Kisah Anak Tukang Ojek Asal Bitung yang Dilantik Jadi Polisi

0
3954
Rasa haru dan bangga menyelimuti Bripda Muhammad Didi Kurniawan Gia bersama orangtuanya usai dirinya dilantik menjadi anggota Polri

BITUNG – Mengabdikan diri sebagai anggota Polri tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi mereka yang berhasil. Selain harus menjalani serangkaian tes yang tak mudah, banyak orang beranggapan bahwa institusi tersebut sarat dengan praktik terselubung. Tak heran jika kemudian berkembang bahwa stereotipe masuk kepolisian harus menyiapkan dana yang besar.

Namun, apa yang kerap dikhawatirkan masyarakat itu ternyata berhasil dipatahkan oleh sosok Bripda Muhammad Didi Kurniawan Gia, sang pemuda 20 tahun yang diketahui merupakan seorang anak tukang ojek yang berhasil menjadi anggota Polri.

Didi panggilan akrabnya, saat ditemui awak media jejak fakta mengatakan, menjadi anggota Polri menjadi cita-citanya sejak kecil. “Menjadi Polisi impian saya sejak kecil agar bisa mengangkat derajat keluarga saya,” ucapnya.

Tekadnya untuk merubah nasib menjadi lebih baik begitu besar. Didi pun meminta restu kepada orangtuanya untuk mendaftarkan diri sebagai anggota Polri. Sebagai bukti keseriusan dirinya, ia giat beratih fisik sebelum pendaftaran dibuka.

Kini, Didi merasa bangga cita-citanya terkabul karena alumni SMK Negeri 5 Bitung ini bisa membanggakan orangtua, meski hanya dari keluarga yang sederhana.

“7 (tujuh) bulan ditempa di SPN bukan hal yang mudah bagi saya, maka dengan penuh rasa bengga menikmati pendidikan selama 7 bulan ini. Karena berkat perjuangan dan doa orang tua, saya bisa berdiri disini dengan pakaian yang penuh kebanggaan,” tandasnya sambil menitikkan air mata.

Sementara itu, Kisman Gia yang merupakan ayah kandung dari Didi, merasa terharu dan bangga anaknya menjadi Polisi. “Ini sangat luar biasa, tentunya tidak dapat dibahasakan dengan kata-kata karena kebanggaan bagi saya sangat luar biasa,” ujarnya, Senin (2/3/2020).

Kisman menuturkan awalnya ketika anaknya memutuskan untuk masuk tes polisi, ia khawatir masalah biaya. “Pastinya keraguan itu ada, karena saya hanya tukang ojek. Tapi karena modal doa dan semangat anak saya maka Bismillah,” tutur pria yang kesehariaanya mencari penumpang di Pasar Winenet.

Melihat dari hal ini, Kisman menegaskan bahwa mengikuti tes polisi ternyata benar-benar dilaksanakan secara transparan. “Proses demi proses saya saksikan sendiri, ternyata begitu transparan seluruh tahapan. Ternyata benar dikatakan bahwa penerimaan polisi dilaksanakan secara transparan. Ini terbukti sampai saat ini anak saya lolos, dan ternyata tidak ada biaya apapun. Yang dibutuhkan adalah kepintaran dan kemampuan fisik dari anak kita,” pungkas Kisman.(rpm/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here