Polda Sulteng Himbau Warga Waspada Oknum Mengaku Petugas Medis Corona

0
360
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto, S.IK

PALU – Polda Sulawesi Tengah menghimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai oknum-oknum yang mengaku petugas Corona. Hal ini disampaikan Kapolda Sulteng Irjen Polisi Drs. Syafril Nursal SH, MH melalui Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto, S.IK, Senin (9/3/2020) melalui rilis humas Polda Sulteng.

“Ada beberapa oknum masyarakat berupaya memanfaatkan situasi dan kondisi ini untuk mengambil keuntungan pribadi dengan merebaknya isu virus corona. Ada yang melakukan pembelian yang tidak sewajarnya alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer,” ucap Kombes Didik.

Lanjutnya, berdasarkan Analisa Kepolisian dikaitkan dengan Kamtibmas inilah yang perlu diwaspadai oleh masyarakat khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah terkait isu merebaknya Virus Corona.

“Tidak menutup kemungkinan isu virus corona (covid-19) dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan dengan mengaku sebagai petugas kesehatan yang menawarkan jasa penyemprotan virus corona yang sebenarnya ini merupakan modus oknum yang akan melakukan pencurian atau perampokan,” jelasnya.

Kombes Didik pun menegaskan, hingga saat ini belum ada program pemerintah untuk melakukan penyemprotan dari rumah ke rumah untuk mengantisipasi menyebarnya virus corona, Oleh karena itu masyarakat dihimbau tetap waspada, karena ini bisa saja menjadi modus baru.

“Segera ambil langkah-langkah pencegahan bila menemukan modus tersebut pertama minta surat tugas untuk melakukan penyemprotan, kedua periksa identitas yang bersangkutan, ketiga apabila ada yang janggal/mencurigakan segera lapor kepada RT/RW/lurah/kades atau Kepolisian terdekat, tetap waspada !! kejahatan dapat terjadi karena adanya niat dan kesempatan,” himbaunya.

Sementara itu, pemerintah mengkonfirmasi bertambahnya kasus corona dari 4 kasus menjadi 6 kasus. Sedangkan, sebanyak 21 orang dinyatakan sebagai suspek virus corona (Republika.co.id, Ahad 8 Maret 2020).

Virus corona yang penyebarannya begitu masif dari satu negara ke negara lain, hal ini membuat kepanikan sebagian masyarakat dan berupaya untuk menghindari terkontaminasi dengan virus corona.(*/ans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here