Polres Bitung Amankan Tiga Siswi SMP Akibat Aksi Penganiayaan

0
712
Ketiga pelaku dan pemosting video penganiayaan

BITUNG – Tiga gadis yang masih berstatus pelajar salah satu SMP di Kota Bitung berhasil diamankan Tim Resmob Polres Bitung. “Ketiga pelaku berinisial NC (13 tahun), KM (13 tahun) alias Kerin dan TT alias (12 tahun) masih berstatus pelajar di salah satu SMP di Kota Bitung. Mereka diamankan karena melakukan kekerasan terhadap orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat 1 KUHP,” ucap Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP. Taufiq Arifin kepada awak media via Whatsapp, Selasa (17/3/2020).

Taufiq menuturkan, penangkapan ketiga pelaku dilakukan pada hari Senin, 16 Maret 2020 pukul 17.30 Wita berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/214/III/2020/Res-Btg, tanggal 13 Maret Januari 2020.

“Pelapor bernama Artemi Mandagi dan korban bernama FM alias Feby. Ditindaklanjuti dengan surat perintah tugas penangkapan Nomor : SP.KAP/ III/Reskrim/Res-Btg, tanggal 16 Maret 2020. Dan ketiga pelaku ditangkap dirumah masing-masing,”ujarnya.

Kasat Reskrim menuturkan, kejadian tersebut terjadi di depan Cafe Lucky Seven kelurahan Kadoodan kecamatan Maesa, Jumat 13 Maret 2020, sekitar jam 12.30 Wita. “Ketiga pelaku melakukan tindak pidana karena tidak menerima perkataan korban yang mengatakan bahwa pelaku NC dan TT wanita nakal,” tuturnya.

Awal kejadian, lanjut Taufiq, berawal dari dalam sekolah bahwa pada hari Kamis 12 Maret 2020, sekitar 10.00 Wita saat pelaku NC melewati ruang kelas korban (Feby), seketika korban berteriak kepada pelaku NC dengan kata wanita nakal namun tak ditanggapi NC.

“Pelaku NC bertemu dengan pelaku KM lalu memberitahukan lontaran yang diucapkan korban kepadanya. NC dan KM pun bertemu satu pelaku lainnya (TT) kemudian menemui korban guna menanyakan apa sebab dengan perkataan korban terhadap pelaku NC namun korban mengelak, bahwa bukan dirinya yang mengucapkan melainkan temanya, seketika ketiga pelaku langsung meninggalkan korban,” urainya.

Tak ada asap jika tak ada api, pelaku NC melihat status korban Feby di facebook dengan kalimat ‘Besok Baku Bunuh di Sekolah Torang’ (Besok di sekolah, mari kita saling menghabisi). Itupun sudah viral di story Whatsapp teman-teman pelaku.

“Korban menemui ketiga tepatnya di depan Cafe Lucky Seven, disitu mereka terlibat adu mulut. Seketika itu, pelaku CN mendorong korban sambil kakinya memalang kedua kaki korban hingga terjatuh. Namun Korban sempat berdiri dan berlari,” tandas Taufiq.

Melihat korban melarikan diri, ketiga pelaku terus mengejar korban dan berhasil mendapati korban. “Pelaku TT memukul korban pada bagian belakang dan menendang pada bagian pinggang kanan, sehingga korban terdorong kebelakang. Selanjutnya, KM memukul Korban pada bagian lengan kanan, kemudian NC kembali memukul korban pada bagian belakang tubuh korban,” tambah Kasat Reskrim.

Pengeroyokan sempat terhenti karena ada seorang ibu yang melerai, namun pelaku NC sempat menarik kemeja korban hingga korban terjatuh diaspal dan para pelaku meninggalkan korban.

“Karena sudah dikerumuni orang, ketiganya langsung meninggalkan korban langsung pulang ke rumahnya masing-masing. Tim juga menjemput perekam video sekaligus memviral kejadian dimaksud berinisial SA yang juga pelajar di salah satu SMP di Kota Bitung,” pungkas Taufiq.

“Korban mengalami rasa sakit pada bagian tubuh belakang, dan pada bagian kepala, bahkan saat itu korban sempat terjatuh diatas aspal, akibat pukulan dan tendangan ketiga pelaku,” tutup Kasat Reskrim.(*/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here