Diduga Pelabuhan Tikus di Batam Jadi Akses Penyelundupan Rokok Non Cukai

0
652

Batam, Kepri – Pelabuhan marak dimanfaatkan oleh oknum nakal yang menjadikan akses kriminal, hal ini diduga terjadi di Pelabuhan Tikus.

Dari informasi sejumlah media, dilansir dari media buserkepri, bahwa sebanyak 5 unit mobil box dan 1 unit mobil L300 diduga memuat rokok masuk ke Pelabuhan Tikus seputaran Air Raja Dapur 3 Kecamatan Galang, sekitar Pukul 23.10 Wib pada Jumat (20/03/20) pekan lalu.

Diduga rokok merk Luffman dan H Mild yang dimuat didalam kapal tersebut rencananya didistribusikan diluar Kota Batam. Kedua jenis rokok tersebut memang jadi idola para penyelundup rokok karena perbedaan harga akibat fasilitas bea yang diterimanya.

Beberapa waktu lalu, salah satu aktivis Batam mendesak perusahaan yang memproduksi rokok itu untuk segera ditutup dan meminta bea cukai melakukan audit terhadap perusahaan rokok tersebut.

Menurut aktivis tersebut, kuota rokok khusus Batam tidak transparan. Sehingga melahirkan kuota gelap yang dapat dideteksi dari maraknya rokok khusus Batam beredar diluar pabean Batam.

Disisi lain salah satu sumber informasi dari beberapa media yang dapat dipercaya mengatakan permainan itu sudah cukup lama lama berjalan. Menurutnya, banyaknya pelabuhan tikus di Barelang yang dijadikan tempat aktivitas penyeludupan rokok.

“Pilihan para pengusaha yang hendak menyelundupkan barang barang illegal melalui pelabuhan tikus di kawasan Barelang juga dipicu karena kurangnya pengawasan pihak berwenang,” terang sumber yang enggan namanya disebutkan.(*/dtf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here