LookDown Perbatasan Sulut-Gorontalo, Ini Kata Legislatif Bolmut

0
801

Bolmut – Surat edaran dan instruksi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota tentang himbuan pencegahan dan penanganan Covid 19 ditindaklanjuti Pemkab Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dengan menerapkan sistem buka tutup di akses jalan Trans Sulawesi wilayah perbatasan Sulut-Gorontalo, tepatnya di Kecamatan Pinogaluman.

Diketahui, akses tersebut dibuka mulai pukul 06.00 Wita hingga 18.00 Wita dan ditutup mulai Pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita. Penetapan batasan waktu melintas di Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Bolmut sehubungan pengawasan terhadap pencegahan dan pemantauan Virus Corona oleh Satgas Covid-19 (corona), Sabtu (28/3/2020).

Penerepan sistem ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Seperti yang dikatakan Wakil Ketua I DPRD Bolmut Drs. Salim Bin Abdulah (SBA) menyarankan perlunya koordinasi antara Kabupaten/Kota di Sulut.

“Tadi malam Pukul 03.00 Wita turun ke lapangan untuk melakukan kajian langsung, dimana terlihat antrian kendaraan yang sangat panjang disertai kerumunan massa (penumpang dan sopir) dari luar Bolmut dengan tujuan Gorontalo. Ini menjadi sebuah pemandangan yang cukup ekstrim dan tidak bisa menjadi standar operasi pencegahan virus corona. Saya menyarankan, alangkah baiknya LockDown harus dikoordinasikan dengan kabupaten/kota lainnya, seperti Bolmong, Kota Kotamobagu, Minsel, Manado dan Minut untuk serentak menetapkan koordinasi LockDown,” ucapnya.

Setelah adanya koordinasi, lanjut Salim, berharap sosialisasi ke masyarakat agar lebih diefektifkan. “Agar masyarakat pada umumnya tidak dirugikan, faktualisasi dilapangan tadi malam diperbatasan Gorontalo-Sulut (Tontulow) pemandangan yang sangat memprihatinkan. Bahkan sudah ada yang tidur di teras rumah milik warga,” ujarnya.

Menurutnya, strategy LockDown ini tidak berbanding lurus dengan edaran pemerintah dan perlu di sosialisasikan dan di koordinasikan kembali dengan cermat. “Intinya, saya berbicara lembaga DPRD Bolmut sangat mendukung langkah Pemkab Bolmut dan satgas Covid l-19. Tapi kita juuga harus waspada dan jangan sampai justru warga perbatasan Pinogaluman khususnya yang menjadi korban virus corona dan umunya warga Bolmut,” tandas Salim.

Sementara itu, Ketua LSM LP3K Bolmut Syamsudin Olii menegaskan bahwa masukan dari legislatif Salim Bin Abdulah adalah respon wakil rakyat yang sangat positif.

“Ini harusnya direspon oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Bolmut. Saya tadi malam pukul 02.00 Wita juga sedang berada di wilayah itu, dan memang benar pemberlakuan LookDown diperbatasan Gorontalo-Sulut perlu dikaji kembali. Ini justru menimbulkan persoalan baru karena terjadi kerumunan massa yang berpotensi menjadi biang kerok penularan virus corona ketika ada diantara kerumunan warga yang terpapar Covid-19,” cetusnya.

Olii menambahkan, kegiatan tersebut seharusnya dibuatkan SOP (standar operation procedure) yang benar dan terkoordinasi dengan kabupaten kota lainnya lewat edaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Kami (LP3K) berharap Gubernur dapat menginstruksikan para Kepala Daerah untuk memberlakukan LockDown di Jalan Trans Sulawesi secara serentak untuk menghindari penumpukan kendaraan dan penumpang dalam satu area secara bersama-sama,” harapnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here