Disebut Jarang Masuk Kantor, Ko Anga : Institusi Lembaga DPRD Jangan Dipermainkan

0
1158

Bolmut, Sulut – Tensi di kalangan wakil rakyat Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) semakin menarik diikuti. Pasalnya, internal di DPRD Bolmut, Ketua dan Wakil Ketua I bersama Sekwan bagaikan perang dingin, adu statetement pun terus bergejolak.

Hal ini dibuktikan, saat Ketua DPRD Bolmut Frangky Chendra saat menghubungi awak media untuk meminta klarifikasi pemberitaan di media jejakfakta terkait dengan pernyataan Wakil Ketua I Drs. Salim Bin Abdulah dan Sekwan Drs. Musliman Datukramat Msi yang mengatakan bahwa dirinya jarang masuk kantor.

” Saya ingatkan institusi lembaga DPRD Bolmut janganlah dipermainkan dengan statement yang tidak mendidik dan murahan. Karena kita semua pimpinan dan anggota DPRD serta Sekretariat DPRD (Setwan) telah diatur oleh peraturan yang cukup jelas dan wajib kita laksanakan,” cetusnya, Minggu (29/3/2020).

Ko Anga panggilan akrabnya menegaskan, sebagai wakil rakyat dirinya selalu taat aturan dan menjalankan sesuai prosedur. “Saya bukan anak kemarin di parlemen, sehingga sangat paham mekanisme dan aturan-aturan yang ada. Sebagai Ketua DPRD, saya harus taat azas karena sebagaimana edaran pemerintah, kita sebagai penyelenggara negara wajib bekerja dan beribadah di rumah kecuali ada hal-hal yang urgent. Contohnya kemarin, kami Forkompinda Bolmut menggelar pertemuan terbatas kaitan dengan pencegahan dan strategi penanganan bencana virus corona,” tegasnya.

Politisi PDIP ini sangat menyayangkan oknum yang tidak paham akan situasi dan kondisi Negara. “Lebih khusus daerah kita saat ini yang sedang dalam ancaman Virus corona, soal kunjungan kerja (kunker) DPRD Kabupaten Gorontalo di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memang benar saya tidak diberitahukan,” ujarnya.

Lanjut Frangky, mekanisme surat menyurat adalah fungsi Kesekretariatan DPRD baik Bolmut maupun Kabupaten Gorontalo sudah menjadi keharusan selanjutnya di koordinasikan dan didisposisikan kepada Pimpinan DPRD.

“Sekali lagi pernyataan pak Salim itu Hoax. Begitu juga pernyataan Sekwan itu adalah keliru. Kita kan bisa koordinasi via seluler, sebagai Ketua DPRD adalah jubir resmi lembaga DPRD jadi jangan asal melontok,” pungkasnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here