Ini Tanggapan Warga Bolmut Soal Open Close Area

0
798

Bolmut, Sulut – Pemberlakuan Open Close Area jalan trans Sulawesi bukan solusi utama dalam hal pencegahan virus corona tetapi hanya merupakan indikator kecil penanganan cegah virus corona atau Covid 19.

Buktinya pemandangan aneh dan tidak rasional di jalan Trans Sulawesi terjadi tumpukan kendaraan dan kerumunan penumpang sehingga menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Politisi Senior Drs. Edi Pontoh saat dikonfirmasi awak media jejakfakta mengatakan kepanikan warga saat ini bukan pada penyebaran virus corona tapi juga pada ketersediaan kebutuhan pokok.

“Jika kami menjabarkan Sosial Distancing nanti masyarakat makan apa dirumah tidak menjaga jarak saja susah apalagi waspada jarak satu dengan yang lain, kita jangan hanya fokus pada Open Close Area saja tapi yang paling utama ketersedian obat, APD (alat pelindung diri) dan kebutuhan pokok konsumsi tumah tangga,” ucapnya.

“Intinya, seluruh langkah Pemkab harus sinergi dengan pemprov dan pusat itu wajib, tapi harus ada langkah konkrit buat masyarakat dalam bentuk Sembako buat yang berhak menerimanya. Ini yang sangat mendesak, saya juga mengingatkan agar fungsi koordinasi harus akurat dan tranparan karena ini persoalan anggaran kemanusiaan jadi harus ekstra hati-hati,” tambah Edi.

Terpisah, salah satu tokoh pemuda Sadat Saleh Alamri, meminta Pemkab Bolmut untuk segera melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah potensi penumpukan massa, seperti perbatasan Tontulow dan perbatasan Sangkub serta tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan massa seperti Pasar dan SPBU.

“Kami sebagai warga perbatasan menghargai upaya pemerintah dalam mencegah adanya penyebaran virus covid 19. Tapi kami berharap kebijakan ini perlu ditinjau kembali sebab dengan cara ini terjadinya titik kumpul massa yang begitu banyak,” tuturnya.

Sadat juga menambahkan, situasi tersebut lebih menimbulkan resiko tertular. “Edaran pemerintah dan maklumat Kapolri sangat jelas, kajian pelarangan berkerumun dan kerja di rumah saja agar dipatuhi dengan pengecualian khusus truk pengangkut bahan bahan makanan dan bangunan baiknya tidak usah dipersulit di perbatasan timur maupun barat Bolmut biarkan saja mereka mendistribusi barang tersebut, tentunya dengan arahan dan pendampingan yang profesional,” pungkasnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here