Jelang Puasa, Wabup Bolmut Tinjau Pasar Sentral Boroko

0
371

Bolmut, Sulut – Marhaban Ya Ramadhan beberapa hari lagi, umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa. Walaupun pelaksanaan ibadah puasa tahun ini tidak seperti tahun kemarin disebabkan adanya ancaman virus corona (Covid-19) sehingga diwajibkan physical Distancing atau sosial distancing bahkan sholat berjamaah di Masjid harus diatur dengan tertib sesuai protokol kesehatan oleh Gugus Tugas Covid-19.

Hal ini tentunya akan menjadi perhatian warga masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) agar pelaksanaan ibadah puasa tahun berlangsung khidmat sembari berdoa agar ujian dari Tuhan Allah swt ini tetap kita hadapi dengan Istiqomah sabar dan berserah kepada yang maha kuasa.

Untuk memastikan stok dan harga kebutuhan, Wakil Bupati Bolmut, Drs. Hi. Amin Lasena, MAP mengunjungi Pasar Sentral Boroko. “Saya sengaja turun langsung ke pasar sentral Boroko untuk memantau langsung kondisi terkini aktifitas pedagang dan masyarakat,” ucapnya saat bersua awak media, Sabtu (4/4/2020).

Wabup menuturkan, pada umumnya harga bahan pokok tidak ada kenaikan. “Setelah berkoordinasi dengan para pedagang, tidak ada kenaikan harga bapok, seperti beras, telur, minyak kelapa, ayam, daging sapi serta lainnya cukup normal (stagnan). Hanya cabe aja yang mengalami kenaikan tapi tidak seberapa, mungkin karena stok produksi (pasokan) berkurang,” tuturnya.

Amin Lasena mengakui bahwa daya beli menurun. “Pastilah, ini juga disuarakan oleh pedagang. Akibat ancaman Covid-19, animo masyarakat untuk ke pasar berkurang sekitaran 50 persen. Tapi mau gimana ? aturan pemerintah pastinya ingin menjaga keselamatan warganya,” ujarnya.

Menanggapi keluhan pedagang, dirinya berjanji akan melaporkan hasil kunjungannya kepada Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh yang nantinya akan diteruskan pada instansi terkait. “Saya juga mengingatkan agar kita tetap mewaspadai penularan virus corona dengan memperhatikan Protokol Kesehatan baik desa kecamatan sampai kabupaten,” tandasnya.

“Tetap beraktifitas seperti bisa dengan catatan kewaspadaan harus didahulukan, seperti menjaga jarak hindari kerumunan, menggunakan masker, rajin mencuci tangan, kemudian segera memeriksakan diri kita bilamana merasakan keluhan demam, sesak nafas, batuk. Intinya mari jaga kesehatan kita agar daya tahan tubuh kita kuat. Semoga kita semua dapat melewati masa-masa kritis ini dengan sabar dan bijaksana,” tambaj Wabup yang sering disapa Papa Mimi.

Sementara itu, salah satu warga yang kesehariannya berprofesi membawa bentor, Ahmad Madihutu dihadapan Wabup Bolmut menyampaikan keluh kesahnya.

“Kodoni nasibia sosumulo naminda ini papa mimi pak Wabup (gimana nasib hidup kami ini pak wabup) ditengah krisis Virus Corona. Nilai tukar rupiah ambles, sumber pendapatan berkurang akibat lumpuhnya aktivitas. Sebelumnya pendapatan saya Rp 100 hinga 120 ribu per hari. Namun adanya ancaman virus corona ini, anjlok kurang 40 ribu. Itupun kalu dapat, pak wabup,” tangis Ahmad.

Terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jacomina Mamuaya Spd, Msi saat dikonfirmasi via Whatsapp, menyampaikan bahwa memang saat ini sedang mengalami tantangan yang sangat luar biasa baik skala internasional, nasional maupun regional/lokal.

“Ini karena dampak penyebaran virus corona, semua kegiatan ekonomi khususnya di kabupaten Bolaang Mongondow Utara terdampak cukup drastis,” singkatnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here