Pembatasan Jam Operasional Kendaraan di Bitung Akhirnya Ditangguhkan

0
665
Kapolres Bitung AKBP F.X. Winardi Prabowo, S.I.K, Jumat (17/4/2020) saat meninjau pintu-pintu masuk ke Kota Bitung

Bitung, Sulut – Terkait surat edaran Wali Kota Bitung Nomor 550/143/WK tertanggal 15 April 2020 yang menyebutkan, mulai tanggal 17 April 2020, jam 21.00-04.00 hanya boleh kendaraan yang membawa logistik, bahan makanan, mobil jenazah, ambulance dan petugas medis. Sementara kendaraan pribadi dan orang dilarang masuk dan keluar Bitung, akhirnya belum bisa diberlakukan.

Penangguhan pembatasan operasional kendaraan masuk dan keluar, yang rencananya akan dimulai Jumat, (17/4/2020) hari ini pukul 21.00 sampai 04.00 tertuang dalam surat Wali Kota Bitung, yang ditujukan kepada Gubernur Sulut, tertanggal 17 April 2020.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Pemkot Bitung, Albert Sergius, S.Sos saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Betul, peninjauan kembali batasan kendaraan masuk dan keluar tersebut karena menyesuaikan dengan Peraturan Gubernur Sulut Nomor 8 tahun 2020,” ucapnya.

Hal ini juga dibuktikan saat Kapolres Bitung AKBP F.X. Winardi Prabowo, S.I.K, Jumat (17/4/2020) saat meninjau pintu-pintu masuk ke Kota Bitung dan langsung menginstruksikan kepada para “palang pintu” penanganan Covid agar tidak lagi melakukan pembatasan kepada siapa saja yang masuk dan keluar kota Bitung.

“Adanya penyesuaian kebijakan baru bahwa pembatasan jam operasional keluar masuk kendaraan di Kota Bitung untuk sementara tidak dilanjutkan, namun tetap dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis dengan pengamanan oleh Pihak TNI Polri dan instansi terkait lainnya,” kata Kapolres kepada para petugas yang bertugas ditempat-tempat tersebut.

Monitor akses ke kota Bitung ini sendiri dilakukan Kapolres sejak pukul 11.30 Wita mulai dari Pos Pengawasan Perbatasan di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung. Kemudian rombongan yang juga diikuti oleh Kabag Ops, Kasat Lantas dan Kadishub Bitung, meninjau Pos Pengawasan Perbatasan di Kelurahan Karondoran Kecamatan Ranowulu Kota Bitung setengah jam kemudian.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi 1 DPRD Sulut, Fabian Kaloh, SIP MSi sempat menyoroti edaran Wali Kota Bitung terkait pembatasan operasional kendaraan.

Dirinya menegaskan, bahwa penutupan jalan harus ada izin Menteri Perhubungan dan laporan ke Gubernur. “Penutupan sejumlah ruas jalan di Bitung sepihak dan melanggar aturan, karena harus ada izin Menteri Perhubungan dan laporan ke Gubernur. Sementara Pergub 8 2020 pasal 18-20 itu sangat jelas,” cetus Kaloh.(rpm/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here