Memprihatinkan, Pria di Batam Tega Memecahkan Celengan Anaknya Untuk Bertahan Hidup

0
969
Be'ebalazi warga kelurahan Sungai Pelunggut kecamatan Sagulung Kota Batam tega memecahkan celengan anaknya demi bertahan hidup bersama keluarganya

Batam, Kepri – Imbauan agar diam di rumah saja, yang dikeluarkan Pemerintah membuat dilema warga Kota Batam. Pasalnya sebagian dari mereka tidak mendapat bantuan bagi warga terdampak Covid-19.

Nasib mereka juga makin memprihatinkan. Lantaran sudah tidak bisa bekerja, terpaksa memecahkan celengan anaknya demi menambah perbekalan mereka yang semakin menipis.

Seperti yang dialami Be’ebalazi warga kelurahan Sungai Pelunggut kecamatan Sagulung Kota Batam yang berprofesi sebagai buruh bangunan.

“Dengan ada himbauan dari pemerintah, saya sekarang tidak lagi bekerja. Kami bingung, bagaimana menjalani hari-hari ke depan di tengah perbekalan yang sudah menipis dan ironisnya juga tidak mendapat bantuan pemerintah. Padahal sama-sama terdampak pandemik corona,” keluhnya saat bertemu awak media jejak fakta, Sabtu (18/4/2020).

Dirinya meminta agar pemerintah Kota Batam lebih bijak dalam menyikapi situasi ini. “Intinya transparan dalam hal pendataan. Pak Wali Kota harus melakukan tindakan untuk menjamin kehidupan kami menjalani hari-hari di tengah pembatasan sosial berskala besar ini,” harap pria yang memiliki 4 (empat) anak.

“3 (tiga) anak masih sekolah bang, kalau sekolah swasta tetap bayar uang SPP walaupun diliburkan. Ditambah dengan biaya sewa rumah, tunggakan listrik dan air. Kami harus mengadu ke siapa lagi,” tambah Be’ebalazi sambil menitikkan air mata saat memecahkan celengan anaknya.

Menanggapi hal ini, Camat Sagulung Reza Khadafi saat dikonfirmasi via whatsapp mengatakan akan segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut. “Hubungi Lurah dan aparatnya (RT dan RW). Saya juga akan mengecek langsung, untuk segera dibantu,” singkatnya.(dtf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here