Diduga Penyaluran Bantuan Dampak Covid-19 di Bitung Bak “Undian Berhadiah”

0
596

Bitung, Sulut – Bantuan bagi warga yang terdampak covid-19 oleh pemkot Bitung, dinilai pilih kasih. Akibatnya penyaluran bantuan dalam bentuk sembako tersebut diduga tidak tepat sasaran hingga berpotensi menimbulkan konflik sosial ditengah masyarakat.

Dari informasi di Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, justru penerima bantuan diketahui warga setempat ternyata memiliki mobil dan sepeda motor. “Masa yang kaya dapat bantuan,” beber sumber yang meminta namanya tidak dipublish.

Menurutnya, ada keganjalan dalam pendataan warga yang layak menerima bantuan dampak Covid-19 tersebut dari pemerintah setempat justru tidak dapat. “Sementara ada warga yang punya mobil dan motor menerima bantuan. Lansia miskin malah tidak dapat bantuan,” keluhnya.

Lanjutnya, mereka berharap pemerintah setempat jangan tebang pilih dlam melakukan pendataan. “Seharusnya jangan seperti itulah. Didata yang benar kasih ke warga yang layak mendapatkan bantuan tersebut,” harap mereka.

Terpisah, tokoh pemuda yang juga pemerhati sosial, Rendy Rompas SH menilai sejumlah kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung dalam penanganan corona (COVID-19) belum diterapkan secara efektif.

“Selain masalah upaya pengendalian, eksekusi program untuk membantu masyarakat pun terkesan lamban dilakukan. Pelaksanaan kebijakan yang ada di lapangan belum bisa dikatakan berjalan baik. Masyarakat masih kesulitan dalam mendapatkan bantuan yang sekiranya dibutuhkan,” ucapnya kepada awak media, Senin (20/4/2020).

Ia menilai penyaluran bantuan tersebut layaknya “undian berhadiah”, pasalnya distribusi masih tidak relevan ke masyarakat, akibatnya warga masih ada yang gigit jari karena belum mendapat kepastian bantuan tersebut.

“Siapa mujur dia dapat, begitulah. Padahal di masa krisis seperti ini, data dan informasi sangat diperlukan sebagai bahan untuk merancang strategi penanggulangan virus yang sudah menjadi pandemi. Ini kejadian luar biasa. Maka penanganannya juga harus luar biasa,” tegasnya.

Rendy pun meminta instansi yang berwenang, agar betul-betul serius menangani terkait sosial masyarakat. “Kan dananya sudah dianggarkan, transparansi dan keseriusan sangat dibutuhkan. Fokus, jangan terkesan ikut ramai,” tandasnya.

Sementara itu, menyikapi hal ini, Sekretaris Kota Bitung Audy Pangemanan mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi. “Kalau ada beberapa kesalahan, pasti di evaluasi. Tapi memang, bencana Covid-19 ini, semuanya pasti terdampak. Saya coba cek dulu yah. Semoga saja tidak benar demikian,” singkatnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here