Tanda Awas !! Satgas Covid-19 Bolmut dan Aparat Diminta Perketat Pengawasan Wilayah

0
620

Bolmut, Sulut – Memasuki minggu terakhir di bulan April, angka ODP dan PDP semakin bertambah, hal ini merupakan tanda awas bagi Pemerintah Kabupaten Bolmut dan instansi lainnya terhadap penyebaran virus corona.

“Perlu dimaklumi bilamana Bolmut berpotensi karena secara geografis terkoneksi dengan Manado-Gorontalo- Palu-Makasar, artinya penyebaran bisa saja terjadi karena ada aktifitas untuk melintas,” ucap pemerhati masyarakat, Rahman Dontili SH saat bersua dengan awak media, Selasa (21/4/2020).

Menyikapi hal ini, dirinya meminta kepada Pemkab dan instansi terkait untuk berinovasi memperketat pengawasan. “Bubarkan kerumunan orang. Ini juga dilema, kita harus akui para satgas covid-19 dan TNI, Polri sudah berupaya semaksimal mungkin. Masyarakat patuhi himbauan pemerintah dan Makkumat Kapolri serta taati protokol kesehatan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Bolmut dr.Jusnan Mokoginta, Mars mengakui adanya peningkatan status berdasarkan data covid-19 di Kabupaten Bolmut.

Diberitakan, dr Stevie Richard Rengkuan, SpA dan dr. Harry Pribadi menyampaikan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terkait pemeriksaan rapid test.

1. Rapid Test bukan diagnostik, tetapi sebagai screening seleksi/pilah antara yang berpotensi atau tidak berpotensi terinfeksi karena ada keluhan klinis, resiko terpapar dan sebagainya. Walau bukan diagnostik, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan.

2. Pemeriksaan diagnostik untuk Covid-19 adalah real time-PCR (RT-PCR) melalui swab atau usapan tenggorok.

3. Hasil positif (+) pada rapid test tidak serta merta seseorang sebagai penderita Covid-19, mesti diikuti dengan RT-PCR. Ini penting untuk menghindari stigmatisasi ditengah masyarakat kepada yang RAPID-TEST (+).

4. Hasil negatif pada rapid test bukan berarti bebas Covid19. Diulang kembali setelah 10 hari. Bila (-), bebas Covid19. Bila (+) diikuti pemeriksaan RT-PCR.

5. Baik yang positif maupun negatif tetap prosedur isolasi/karantina diri, karena yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid-19.

Jika PCR (+), Ig M (-), Ig G (-)
Infeksi Baru mulai. Infeksi biasanya hari ke 1-7. Jika PCR (+), Ig M (+), Ig G (-) berarti infeksi akut lagi menuju puncak infeksi, biasanya hari ke 7-14.

Jika PCR (+), Ig M (+), Ig G (+) infeksi di puncak mulai menurun menuju sembuh biasanya hari ke
14-21. Makanya isolasi 2 minggu.

Jika Pcr (+), Ig M (-), Ig G (+) infeksi menuju sembuh, biasanya hari ke 21-28.

Jika Pcr (-), Ig M (-), Ig G (+). Dari informasi diatas maka kita harus siap dengan segala konsekuensi yang jelas saat ini kita Bolmong Utara sangat siap. Saya juga memohon dukungan masyarakat untuk menghadapi Pandemi Covid-19 ini,”tegasnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here