Diduga Lakukan PHK Sepihak, FSBSI Bolmut Sebut PT. Esta Dana Langgar Aturan

0
449

Bolmut, Sulut – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan dapat dilakukan apabila pekerja/karyawan melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja, Perjanjian Kerja Bersama (PKB), ataupun Peraturan Perusahaan.

Syaratnya, perusahaan wajib memberikan surat peringatan selama 3 kali berturut-turut sebelum melakukan PHK terhadap pekerja/karyawan. Perusahaan juga dapat memberikan sanksi sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan. Untuk jenis pelanggaran tertentu, perusahaan bisa langsung mengeluarkan SP3 atau langsung mem-PHK nya.

Namun, belakangan ini sering terjadi kasus PHK Sepihak oleh perusahaan. Apa itu PHK Sepihak? Adakah landasan hukum mengenai PHK Sepihak? Alasan apa yang menjadi penyebab perusahaan melakukan PHK? Dan, apa yang harus dilakukan karyawan jika perusahaan melakukan PHK serta apa yang harus dilakukan?.

Hal ini terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), DPC Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Bolmut menyebut adanya dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh PT. Esta Dana Ventura.

“Sebagai bentuk perlindungan kepada tenaga kerja buruh yang di PHK, ternyata PHK terhadap karyawan tersebut berdasarkan instruksi lisan dari Kepala Cabang PT. Esta Dana Bolmut. Hal ini diungkapkan oleh salah satu karyawan,” ucap Ketua DPC FSBSI Bolmut, Syamsudin Olii, Senin (27/4/2020).

Terkait pernyataan tersebut, Syam menegaskan, bahwa hal ini sangat bertentangan dengan aturan. “Pemutusan dengan lisan dan tanpa pemaparan penyebab (alasan) terjadinya PHK, sangatlah tidak sesuai dengan aturan mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) Sepihak yang dengan jelas tercantum dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 bab Ketenagakerjaan Pasal 151 ayat (1,2,3), pasal 155 ayat (1) dan pasal 170 bahwa tidak ada yang namanya PHK Sepihak. Menurut ketentuan pasal 151 ayat (1) yang menerangkan bahwa pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh dan pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” tegasnya.

“Kami sudah memfasilitasi antara perwakilan karyawan yang di PHK dengan pihak perusahaan, dan disepakati untuk menunggu jawaban dari manejemen perusahan yang lebih tinggi,” tambah Syam.

Sementara itu, perwakilan karyawan Heriyeni Ponuak saat dikonfirmasi menjelaskan, sebelumnya pihaknya bingung karena tidak mendapat kepastian terkait PHK yang dilakukan oleh perusahaan dimana tempatnya bekerja.

“Kami dibuat terombang-ambing tanpa kepastian oleh Kepala Cabang, sehingga kami binggung akan status sebagai karyawan, gaji tidak jelas maupun BPJS Ketenagakerjaan pun tidak jelas. Saat ini saya dan beberapa teman lainnya sudah dirumahkan,” cetusnya.

Dengan hasil pertemuan tersebut, Heriyani sangat mengapresiasi FSBSI Bolmut yang begitu empati terhadap kami yang dirumahkan tanpa kejelasan.

“Saya mewakili teman-teman sangat berterima kasih kepada DPC FSBSI Bolmut yang sudah berjuang hak dan nasib kami, sehingga hari ini mendapatkan jawaban untuk menunggu janji yang disepakati Kepala PT. Esta Dana Bolmut untuk menyelesaikan masalah ini, tentunya dengan adil dan tak menyalahi aturan,” pungkasnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here