DBD Serang Paguyaman Pantai

0
1022

Bualemo – Ditengah pemerintah berupaya menangani penyebaran virus COVID-19, kini masyarakat kecamatan Paguyaman Pantai lebih khusus Desa Olibu’u terpapar dengan penyakit DBD.

“Sejak 2 (dua) minggu terakhir masyarakat desa Olibu’u terpapar oleh wabah DBD, sehingga ada beberapa orang dinyatakan positif DBD sesuai dengan hasil tes Puskesmas Paguyaman Pantai. Bahkan sudah memakan korban 1 Orang meninggal dunia akibat dari DBD, sungguh menyedihkan,” ungkap mantan Sekretaris Umum Paguyuban Kesatuan Mahasiswa dan Pelajar Pemerhati Paguyaman Pantai (KMP-4), Gunawan Rasid.

Menurutnya, ditengah dilanda dengan wabah yang mendunia yaitu COVID-19, tidak seperti yang terjadi di provinsi gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kecamatan Paguyaman Pantai khususnya di desa OLibu’u DBD harus menjadi penanganan serius.

“Wabah penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) yang menyerang kalangan masyarakat ujung paguyaman pantai (desa Olibu’u). Ini juga butuh kesadaran diri dari masyakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih,” ujarnya.

Gunawan menjelaskan, DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melaluli gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus, yang hidup diwilayah tropis dan subtropics.

“Didukung dengan fenomena alam dalam cuaca hujan yang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi nyamuk untuk bersarang, sehingga berakibat munculnya gejalah DBD yang menjadi keresahan bagi masyarakat desa Olibu’u,” jelasnya.

Gunawan pun mengapresiasi langkah pemerintah dalam penanganan demam berdarah tersebut. “Penanganan dan pecegahan demam berdarah yang dilakukan pemerintah pada hari Selasa, 28 April patut diberi jempol. Para petugas langsung melakukan penyemprotan di dalam rumah-rumah warga, akan tetapi penanganan ini harus dilakukan secara intens sampai berakhirnya penyakit DBD, jangan sekali atau atau dua kali melakukan penanganan,” tukasnya.

Gunawan berharap, agar kegiatan pencegahan DBD tersebut rutin dilakukan. Untuk itu, pemerintah desa melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan agar berupaya menempatkan tenaga medis di desa Olibu’u.

“Minimal seminggu sekali, karena laju penyebaran dari wabah DBD sangat cepat, hingga begitu banyak yang jatuh sakit ditambah lagi akses jalan yang rusak, becek, bahkan tidak layak digunakan untuk berkendara. Oleh sebab itu, saya berharap pemerintah desa bahkan pemerintah kecamatan untuk merespon apa yang menjadi keresahan warga, sehingga kami bisa mejalankan ibadah puasa dengan baik. Intinya adalah kesejahteraan sosial akan kesehatan bukan sekedar pencitraan,” tandasnya.(rzl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here