Astaga, Diduga Bansos Untuk Warga Terdampak COVID-19 Dipolitisir Oknum Ketua BTM di Bitung

0
820

Bitung, Sulut – Bantuan sosial (Bansos) yang disalurkan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui rumah-rumah ibadah untuk warga terdampak COVID-19 di Kota Bitung, diduga dipolitisir salah satu oknum pengurus masjid yang juga Ketua Badan Ta’mir Masjid (BTM) Alzhar, Kelurahan Wangurer.

Informasi diperoleh, hal ini terungkap saat dalam pembagian ada beberapa warga yang masuk dalam daftar penerima bantuan tidak menerima bantuan yang dimaksud.

Wakil Ketua BTM Masjid Al Azhar, Rudy Noorwansyah kepada sejumlah awak media membeberkan bahwa dalam pembagian bantuan itu masih ada warga terdampak masuk dalam daftar penerima namun, tidak diberikan bantuan tersebut.

“Ada sejumlah penerima bantuan yang masuk dalam daftar tapi tidak menerima bantuan tersebut. Bantuan itu terkesan di politisir oknum ketua BTM,” bebernya kepada sejumlah awak media, Minggu (3/5/2020).

Dia menyebutkan, dari data penerima berjumlah 67 orang hanya 64 orang yang diberikan bantuan. Sedangkan tiga orang tidak diberikan.

“Dari data yang ada harusnya 67 orang yang harus diberikan. Tapi nyatanya hanya 64 orang yang diberikan. Ini patut dipertanyakan. Ada apa sebenarnya warga yang harusnya dapat tidak diberikan,” sorotnya.

Penyaluran bantuan yang dinilai pilih-pilih itu juga, diungkapkan Rudy, salah satu Jamaah Masjid Alzhar. Dia mengatakan bahwa yang diberikan bantuan hanya orangi dekat ketua BTM saja.

“Astagfirullah. Miris memang jika penyaluranya seperti ini. Hanya orang dekat Ketua BTM saja yang diberikan. Padahal masih ada warga yang layak untuk diberikan bantuan ini,” sesalnya.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Ketua BTM Masjid Al Azhar, Kamaruddin Kiay saat dikonfirmasi sejumlah awak media membantah. Dirinya mengatakan jika bantuan tersebut ada yang tidak dapat.

“Sesuai dengan daftar, ada sebanyak 67 orang yang dapat dan kami sudah serahkan tadi,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin juga menegaskan, jika daftar penerima itu telah ditempel oleh pihaknya di masjid. Jadi kata dia, mana mungkin ada yang tidak dapat. “Yang jelas semua yang terdaftar dapat, jika ada yang bilang tidak dapat itu fitnah,” tegasnya.(rpm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here