Bikin SIM Harus Tes Psikologi, Pengendara Harus Siap Mental

0
1184
Kasat Lantas Polres Bitung, AKP. Magdalena Anita Sitinjak, SIK (tengah)

Bitung, Sulut – Tes psikologi untuk permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) menarik untuk disimak. Karena sudah pasti setiap pengendara harus lulus uji psikologi terlebih dahulu, untuk bisa lanjut mengikuti tes permohonan pembuatan SIM.

Veronica Adesla, M.Psi., Psikolog (Klinis) menjelaskan langkah pihak berwajib untuk bisa menerapkan tes psikologi untuk setiap pengendara dinilai bagus. Meski demikian, ada catatan yang harus diingat pihak berwajib.

“Ini artinya kan mengikuti keputusan dari pemerintah, bahwa harus ada pemeriksaan dulu dari psikologis. Bahwa orang itu sehat mental, dan ini prosedur atau langkah yang diupayakan pemerintah. Saat ada pengendara yang ingin berkendara, mereka harus sehat mental juga, selain tentunya harus sehat fisik,” ujar Veronica.

Sementara Kasat Lantas Polres Bitung, AKP. Magdalena Anita Sitinjak SIK saat dikonfirmasi via Whatsapp, Rabu (6/5/2020) mengatakan Bitung sudah menerapkan uji tes psikologi.

“Sosialisasi kami gencarkan dari bulan Maret lalu, dan kini sudah diberlakukan sebagai salah satu syarat dalam permohonan pembuatan SIM,” ucapnya.

Anita menuturkan, khusus untuk warga di Bitung, bisa melakukan tes psikologi yang berada di klinik psikolog tak jauh dari Polres Bitung. “Perlu saya tegaskan yang mengeluarkan tes psikolog dari kalangan profesional. Untuk sementara warga Bitung bisa melakukan tes psikologis di jalur Kantor Kelurahan Girian Weru Dua, wilayah tersebut dikenal dengan Perum di belakang Polres. Nanti juga, anggota Satlantas akan mengarahkan dimana lokasi tersebut,” tuturnya.

Adapun tes psikologi meliputi kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan menyesuaikan diri dan stabilitas emosi. Tujuannya diadakan psikologi untuk mengetahui tingkat emosi pemohon SIM.

Hal ini, lanjut Kasatlantas, sesuai dasar hukum UU Lalu Lintas No 2 tahun 2009 tentang LLAJ pasal 81 ayat (4), Perkap Kapolri No 9 tahun 2009 tentang SIM pasal 36 dan 37 serta Surat Telegram Kapolri No ST/1464/IV/2016 tentang pentahapan penerbitan SIM.

“Dalam peraturan tersebut disebutkan seluruh pemohon SIM wajib melaksanakan tes kesehatan. Tes ini termasuk di dalamnya adalah sehat jasmani dan rohani. Nah, untuk rohani dilakukan dengan materi tes. Jadi tidak hanya keterampilan mengemudi dan berkendara saja, tapi juga ada sikap mengemudi dengan tanggung jawab atas keselamatan. Ini yang diukur soft skill melalui tes psikologi tersebut,” tandas wanita berparas cantik dan humanis.(rpm/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here