Terdakwa Pembunuh Sadis Ama Jeko Divonis 5 Tahun 6 Bulan, Keluarga Korban Kecewa

0
925

Gunungsitoli, Nias – Terdakwa pembunuhan sadis terhadap Seberianus Gulo alias Ama Jeko berinisial AN alias Kagusu (16) akhirnya divonis 5 Tahun 6 Bulan penjara.

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gunungsitoli menyatakan AN (16), terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan turut serta melakukan pembunuhan sebagaimana dalam dakwaan Alternatif Pertama.

“Menjatuhkan pidana kepada anak dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan 6 (enam) bulan, menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah di jalani Anak di kurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan menetapkan anak, ditahan,” ucap Ketua Majelis Hakim, Taufiq Noor Hayat, SH.

Sidang yang digelar secara daring (online) ini, Jumat (8/5/2020) juga dihadiri jaksa penuntut umum (JPU), penasehat hukum terdakwa dan puluhan aparat Polres Nias yang berjaga-jaga untuk mengamankan jalannya persidangan dalam mencegah serta mengamankan ratusan pihak keluarga
korban yang turut hadir mendengarkan putusan terdakwa AN.

Menyikapi putusan majelis hakim terhadap kliennya, salah satu penasihat hukum terdakwa AN, Faigiasa Bawamenewi SH meminta waktu untuk berkonsultasi dengan terdakwa. “Menurut kami, untuk banding atau tidak, kita pikir-pikir dulu. Tentunya kita akan koordinasikan dengan klien, karena itu hak mereka,” tandas Faigiasa.

Dari pantauan media ini, usai sidang tersebut, ratusan keluarga korban mendatangi pengacara terdakwa dan menyampaikan rasa kecewa mereka. “Memang pengacara tugasnya membela kliennya tapi bijaklah dalam membela klien,” teriak pihak korban.

Salah satu keluarga korban, Taliasa Waruwu dan didampingi dengan istri korban saat diwawancara awak media, merasa kecewa atas vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa.

“Intinya, pihak keluarga menuntut keadilan yang seadil-adilnya. Ini menghilangkan nyawa seseorang, kami berharap dia (AN) dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, in merupakan pembunuhan sadis hingga membakar pakai bensin, dikubur dan jenazah korban dipindah-pindahkan. Kami sangat kecewa dengan putusan ini,” cetusnya.

Taliasa juga mengungkapkan, selain AN, masih ada 6 (enam) pelaku lainnya masih dalam proses penyelidikan di Polres Nias. “Kita berharap bagi tersangka lainnya dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Semoga otak dari pembunuh saudara kami bisa terungkap. Kemarin, Kepala Desa Sohoya juga sudah menyerahkan diri ke Polres Nias,” pungkasnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, vonis tersebut lebih rendah 4 tahun 6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 10 (sepuluh) tahun penjara.(dmg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here