Wabup Bolmut Sesalkan Polemik Kepulangan Warga Dipolitisir

0
736
Wakil Bupati Bolmut, Drs. Hi. Amin Lasena, MAP

Bolmut, Sulut – Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. Amin Lasena M.AP, menepis isu miring terkait tidak adanya perhatian dari pemkab, terhadap puluhan warga Bolmut yang tertahan di Pelabuhan Ternate.

Menurut Wabup, dirinya tidak pernah dihubungi oleh warga yang tertahan di Pelabuhan Ternate apalagi memberikan jawaban yang tidak wajar. “Perlu ditegaskan, saya tidak pernah menyampaikan kalimat bahwa siapa yang suruh pergi keluar daerah,” ucapnya kepada media ini, Minggu (10/5/2020).

Terkait dengan saran dari warga yang menelponnya agar pemkab menyurati otoritas Pelabuhan Ternate agar memberikan kebijakan tentang kepulangan warga yang terpaksa harus tertahan, Lasena menjelaskan dirinya langsung melaporkan hal ini ke Bupati Bolmut, Drs. Hi. Depri Pontoh.

“Ketika saya melapor ke Bupati, disitu saya kaget karena beliau (Bupati) langsung menjawab bahwa Anggota DPRD Bolmut Suriansyah Korompot SH, sudah datang melaporkan persoalan ini dan sudah ditindaklanjuti oleh Bupati yang langsung berkoordinasi dengan Wali Kota Bitung untuk menanyakan kebenaran Kapal Ferry yang sementara tidak boleh masuk di Pelabuhan Bitung. Wali Kota pun membenarkan hal itu, karena adanya edaran Menteri Perhubungan hingga 1 Juni 2020,” terangnya.

Pada hari Jumat tanggal 8 Mei 2020, lanjut Wabup, sebelum menggelar rapat validasi data penerima bantuan COVID-19, dirinya memanggil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bolmut Uten Datunsolang Spd.Msi bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Vicktor Nanlessy SPi Msi, agar menyiapkan Kapal Laut sewa/carteran, yang bisa di gunakan untuk menjemput warga di Pelabuhan Ternate.

“Kata Kepala Dishub kalau hanya untuk sewa kapal ada, tetapi harus izin dulu karena kapal tidak sesuai dengan rutenya serta terkendala dengan edaran menteri perhubungan yang dimaksud,” ujarnya.

“Setelah mendengar jawaban Kepala Dishub, saya langsung cek penerbangan Lion Air, dan ternyata tutup dan akan dibuka pada tanggal 1 Juni 2020, tapi ribetnya hanya pejabat dan tenaga medis yang mengurus persoalan COVID-19 yang dilayani,” imbuhnya.

Dikatakan Wabup, dalam waktu yang bersamaan dirinya sempat memantau media sosial, dimana ada status yang mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Bolmut Suriansyah Korompot SH dan Aries Talibo Kohongia, yang telah menfasilitasi kepulangan warga Bolmut yang tertahan di Pelabuhan Ternate.

“Saya berfikir bahwa beliau-beliau ini, sudah membantu kepulangan warga Bolmut yang tertahan di Pelabuhan Ternate, dan ini bagian dari tanggung jawab kita semua. Yang jelas saya tegaskan publik harus mengetahui langkah langkah apa yang telah kami (Pemkab) lakukan selama ini. Marilah di bulan suci Ramadhan ini memberikan teladan yang baik agar di bulan puasa ini kita semua diberikan berkah oleh Allah,” tukasnya.

Lasena pun mengaku kaget, ketika dirinya mendapat info dari Anggota DPRD Bolmut Sauda Lakoro, menelfon bahwa warga Bolmut yang tertahan di Pelabuhan Ternate bisa pulang karena kontribusinya.

“Saya sempat kaget dengan ucapan ibu Sauda dan saya pun menanyakan konteks tersebut, beliau (Sauda) menjelaskan bahwa sudah di backup oleh iparnya dengan memfalisitasi rapid tes hingga mereka yang berjumlah 30 orang sudah diizinkan pulang. Hanya 1 (satu) orang yang tertahan sesuai hasil pemeriksaan medis Reaktif,” katanya.

Tak hanya sampai disitu, tutur Wabup, Sauda Lakoro pun menyarankan dirinya untuk menghubungi Pemkot Manado agar mereka tidak isolasi di Manado. “Saya pun ikut menyampaikan kepada ibu Sauda, saat warga tiba di Manado nantinya akan dijemput langsung oleh Pemkab Bolmut,” urainya.

Mendengar informasi tersebut, Wabup langsung melaporkan ke Bupati Bolmut, dan ketika itu langsung memerintahkan agar menghubungi Kepala Dinas Perhubungan untuk menyiapkan mobil serta Kepala Dinas Kesehatan dalam penjemputan warga sesuai protokol COVID-19.

“Pada pukul 11.00 Wita Anggota DPRD Bolmut Sauda Lakoro, memberikan informasi lagi kepada saya lewat telfon, dimana keberangakatan warga Bolmut dibatalkan dengan alasan dimana Kapal yang akan memuat penumpang tersebut, ada yang beralamat Gorontalo, dan Kota Manado menolak, kalau warga Bolmut yang berjumlah 29 orang dibolehkan dan langsung dijemput oleh Pemda Bolmut. Sauda Lakoro, meminta kepada saya untuk menelfon Pemkot Manado, tapi saya menyampaikan tidak boleh karena Gorontalo saat ini PSPB,” tandas Wabup.

Ditambahkan Lasena, sampai tadi subuh dirinya terus melakukan koordinasi dengan Anggota DPRD Bolmut Sauda Lakoro, dan ternyata Kapal yang berangkat dari Ternate batal. Walaupun mobil yang sudah disiapkan oleh Kepala Dishub Bolmut, sudah berada di Manado sekarang.

“Boleh menyampaikan kritik tapi dengan cara baik, benar dan bijak. Intinya kami terus berusaha agar warga bisa tiba di Bolmut. Kalaupun ada informasi bahwa Pemkab Bolmut tidak berupaya dan alergi kritik, itu hoax,” tandas Wabup.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here