Kepala Desa Taraha Akhirnya Dinonaktifkan

0
595

Nias Barat – Kepala Desa Taraha kecamatan Mandehe Utara Yuniaro Lahagu akhirnya dinonaktifkan dari jabatan kepala desa, Kamis (14/5/2020).

Sehubungan dengan pemberitaan sebelumnya melalui media ini bahwa Selasa (12/5/2020), puluhan masyarakat desa Taraha melakukan aksi pembakaran ban dan menyegel kantor desa serta meminta Bupati Nias Barat untuk mencopot Yuniaro kepala desa Taraha, karena tidak transparan serta diduga melakukan tindak podana korupsi pada pelaksanaan pengelolaan dana desa mulai tahun 2018-2019 hingga kades tersebut telah di laporkan di Polres Nias.

Dinonaktifkannya Yuniaro sebagai kepala desa, saat Wakil Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu bersama camat Mandehe Utara, Fatiso Zai dan Inspektorat Kabupaten Nias menyambangi warga desa Taraha.

“Saya telah menerima surat dari Bupati Nias barat tertanggal 13 Mei 2020 untuk melaksanakan pertemuan musyawarah serta pembahasan di kantor desa Taraha berkaitan dengan adanya aksi dan penyegelan kantor desa taraha yang dilakukan oleh masyarakat beberapa hari yang lalu,” ucap Camat Mandehe Utara Fatiso Zai.

Dalam musyawarah tersebut, masyarakat desa Taraha serta tokoh, sepakat dan menyetujui bahwa kepala desa Taraha, Yuniaro Lahagu harus dinonaktifkan demi desa Taraha yang lebih baik.

Seusai pembahasan tersebut, memutuskan beberapa hal, yakni Kepala Desa Taraha atas nama Yuniaro Lahagu dinonaktifkan dari jabatannya agar program pemerintah desa Taraha kembali normal. “Untuk pelaksana tugasnya, nanti kami angkat dari salah satu pegawai kecamatan yang kemudian akan diusulkan ke pak Bupati,” tukas Camat.

Sementara itu, Wakil Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu dalam sambutannya, mengakui suatu keputusan yang diambil sangat berat. “Sebenarnya berat untuk mengambil keputusan ini terkait penonaktifan kepala desa Taraha, tetapi ini demi kemakmuran masyarakat desa Taraha yang menyampaikan keluh kesah mereka,” ujarnya.

“Saya juga berharap, yang nantinya menjadi pelaksana tugas agar selalu membangun kerjasama yang baik kepada seluruh elemen masyarakat serta mementingkan kepentingan masyarakat desa Taraha,” tambah Wabup.

Ditempat yang sama, kuasa hukum perangkat desa dan warga, Melizaro Harefa, SH MH mengapresiasi atas sikap yang diambil oleh Pemkab Nias Barat terkait dinonaktifkannya Kepala Desa Taraha. “Kebijakan yang diambil Pemkab Nias Barat patut diapresiasi. Ini menunjukkan komitmen dari Pemkab untuk mewujudkan masyarakat makmur,” cetusnya.

Terkait laporan dugaan kasus korupsi, Melizaro juga menambahkan, akan terus berlanjut walaupun kepala desa Taraha sudah dinonaktifkan. “Intinya poses hukum tidak mempengaruhi penokatifan kepala desa. Ini bukan proses administrasi maupun kemanusiaan, tapi ini adalah tindakan yang diduga melanggar hukum yang bisa berefek pada unsur pidana,” tukasnya.(dmg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here