Polemik THR ASN, Pemkot Bitung Diminta Bijak di Tengah Pandemi COVID-19

0
1271

Bitung, Sulut – Realisasi tunjangan hari raya (THR) bagi ASN di Pemkot Bitung lebih menarik disimak. Kepastian pembayaran THR bagi ASN non muslim menjadi perbincangan hangat di media sosial facebook.

Ungkapan dan Jeritan hati para ASN serta kritikan dari para aktivis, tokoh pemuda dan pemerhati masyarakat hingga adu argumen tak terbendung terkait hal tersebut.

Kegalauan yang dirasakan para ASN non muslim di Kota Cakalang ini. Dikarenakan tunjangan hari raya (THR) yang biasanya setiap tahun dicairkan secara bersamaan dengan THR ASN Muslim di Hari Raya Idul Fitri. Untuk tahun ini bakal “gigit jari”.

Spekulasi dan anggapan miring terhadap Pemkot Bitung ini pun kian mencuat ke publik. Bahkan, ada yang beranggapan jika anggaran THR untuk non muslim diduga sengaja diendapkan dalam bentuk deposito di Bank selama beberapa bulan kedepan untuk memperoleh bunga dengan nominal yang fantastis.

“Kami ASN juga kena dampak pandemi COVID-19 saat ini. Jika masyarakat biasa saat ini bertahan hidup dengan berharap bantuan dari pemerintah. Lalu bagaimana dengan kami ASN yang gajinya tidak seberapa ini. Kita juga butuh biaya untuk hidup,” ujar salah satu ASN non muslim golongan III kepada media ini, yang meminta namanya tidak dipublish, Sabtu (16/05/2020).

ASN yang bertugas di lingkup Pemkot Bitung ini mengeluhkan hak mereka itu agar bisa dicairkan secara bersamaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Dari masa kepemimpinan Almarhum Wali Kota Bitung Hanny Sondakh, THR kita selalu diberikan secara bersamaan. Tapi kenapa tahun ini tidak lagi? Apa alasan Pemkot Bitung sehingga mengambil kebijakan ini?,” cetusnya.

“Hamba Tuhan/Rohaniawan dapat insentif, bahkan bantuan sosial diserahkan langsung kepada masyarakat. Terus kami (ASN) gimana terkait kesejahteraan pegawai yang notabene bekerja dengan prinsip loyal tanpa batas. Yang jadi pertanyaan besar, kenapa di kab/kota lain bisa sementara di Bitung tidak bisa? Tolong bijaklah dalam mensikapi ini,” keluh ASN tersebut.

Sementara itu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bitung, Albert Sarese saat dihubungi sejumlah media, Jumat (15/5/2020), mengatakan untuk pencairan THR ini sudah mulai dibayarkan dan diperuntukkan bagi ASN muslim. “Iya, sementara ASN yang beragama Islam yang terima sekarang,” ucapnya via WhatsApp.

Disinggung apa alasan Pemkot Bitung hanya mencairkan THR untuk ASN muslim. Albert enggan berkomentar lebih. “Susah untuk dijawab, lebih jelasnya, coba konfirmasi ke Kabag Hukum,” tukasnya.

Sementara itu, ditanya lebih jauh berapa anggaran THR yang disediakan. Dia mengatakan ada sekitar Rp13 Miliar. “Total anggaran THL untuk ASN muslim dan non muslim ada sekitar Rp13 Miliar,” bebernya.

Sarese pun membantah, saat dimintai tanggapan soal anggaran THR yang belum ada kepastian untuk dicairkan kepada ASN Golongan III dan IV non muslim di Kota Bitung karena sengaja didiamkan di bank?. “Tidak pernah terpikirkan untuk melakukan itu,” jawabnya singkat, Via WhatsApp, Sabtu (16/5/2020).

Terpisah, Kabag Hukum Pemkot Bitung Meiva Woran saat dikonfirmasi perihal alasan Pemkot Bitung hanya mencairkan THR untuk ASN muslim. Awalnya dirinya menjawab agar mencari info kepada Kaban Keuangan, karena itu wewenang keuangan.

Namun setelah disampaikan awak media bahwa Kepala BPKAD menunjuk dirinya untuk menjelaskan alasannya. Meiva pun menjawab akan dikoordinasikan. “Siap nanti kita koordinasikan pak. Nanti saya infokan lagi,” singkatnya.(rpm/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here