Dugaan Pemotongan BST Warga, Camat Maesa Beri Signal Jabatan EK Bakal Dicopot

0
1979

Bitung, Sulut – Polemik dugaan pemotongan dana bantuan sosial tunai (BST) di kelurahan Kakenturan Dua, kecamatan Maesa Kota Bitung akhirnya terungkap.

Dimana tindakan tak terpuji tersebut dilakukan atas inisiatif oknum berinisial EK alias Erny yang juga merupakan Ketua RT 13 kelurahan Kakenturan Dua dengan mencatut nama Lurah Kakenturan Dua, Aswan Thamin.

“Saya sudah menerima laporan dari lurah dari hasil fasilitasi antara Pala, RT dan warga yang menjadi korban pemotongan dana BST. Dan ternyata RT tersebut (EK) sudah mengakui bahwa dirinya yang meminta kepada kedua warga dengan mencatut nama lurah,” ucap Camat Maesa, Hanry Posumah saat dikonfirmasi media ini, Selasa (26/5/2020) malam.

Posumah pun menegaskan, akan menindaklanjuti perbuatan yang dilakukan oleh oknum Ketua RT 13 tersebut dengan memberikan sanksi tegas yang bisa berujung pemecatan.

“Dari hasil laporan tersebut, dan berdasarkan surat pernyataan menjelaskan bahwa EK sudah mengakui perbuatannya nantinya saya akan kaji. Entah, jabatannya untuk sementara dialihkan ke Kepala Lingkungan, dan tidak menutup kemungkinan akan diganti,” tandasnya.

“Malam ini segera saya akan buat laporan ke Wali Kota Bitung sekaligus tindakan Camat sesuai aturan atau koridor hukum, agar kami (Pemkot Bitung) tidak terkesan sesuka hati dalam mengambil tindakan,” tambah Posumah.

Diberitakan, adapun surat pernyataan dan perdamaian yang dibuat dan ditandangani oleh Ketua RT 13, Erny Kapoyos dan ketiga warga sebagai berikut;

1). Sebagai Ketua RT 13, berjanji tidak akan mengulangi lagi menerima dan atau meminta uang kepada warga dengan mengatasnamakan lurah Kekenturan Dua dengan alasan apapun terkait bantuan sosial tunai (BST) atau bantuan lainnya dan memohon maaf atas inisiatif pribadi yang sudah merugikan banyak orang.
2). Kami sebagai warga penerima BST dari RT 13 dengan ini telah menerima pengembalian uang Rp.100.000 (seratus ribu rupiah) dari Ketua RT 13 dan sepakat damai dan menganggap masalah ini telah selesai.
3). Kami memohon maaf kepada lurah Kakenturan Dua dan Camat Maesa, karena sesungguhnya tidak pernah meminta atau memotong dana BST dari warga.(rpm/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here