Belum Dibayarkan, Tenaga Kesehatan di Bitung Pertanyakan Insentif Penanganan COVID-19

0
700
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, dr. Jeaneste Watuna

Bitung, Sulut – Insentif bagi tenaga medis (kesehatan) merupakan salah satu komitmen pemerintah yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada 23 Maret silam.

Kala itu, Jokowi mengatakan pemerintah akan memberikan insentif bulanan kepada tenaga medis yang terlibat dalam penanganan COVID-19.

Hal ini pun juga dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung. Tapi hingga kini, sejumlah tenaga kesehatan di Kota Bitung belum juga menerima pembayaran insentif dari Dinas Kesehatan setempat. Padahal, anggaran insentif penanganan COVID-19 yang dialokasikan ke Dinkes mencapai miliaran rupiah.

“Belum ada (pembayaran). Padahal kami sudah bekerja ekstra, sedangkan petugas dari OPD lainnya yang bersama-sama melakukan penanganan COVID-19 rutin menerima setiap minggu,” tukas sejumlah tenaga kesehatan, Rabu (3/6/2020).

Pemberian insentif bagi tenaga kesehatan, masuk dalam pos belanja Dinas Kesehatan Pemkot Bitung akan diberikan kepada mereka yang bertugas di check point untuk memeriksa kesehatan orang yang masuk Kota Bitung di pintu gerbang KEK Sagerat.

“Sudah hampir tiga bulan kami bertugas di KEK belum pernah menerima insentif seperti yang dijanjikan. Sedangkan Satpol PP dan Dishub sudah rutin menerima insentif,” ujar mereka.

Para tenaga kesehatan yang meminta identitasnya dirahasiakan ini mengaku, janji insentif hanya sampai di permintaan nomor rekening oleh pimpinan tapi realisasinya belum ada hingga saat ini.

“Lebih membingungkan lagi, beredar kabar jika tidak semua tenaga kesehatan yang bertugas selama ini akan mendapatkan insentif tanpa alasan jelas,” katanya.

Informasinya, ada sekitar enam sampai sembilan orang dalam satu tim yang setiap minggu tiga hari mendapat jadwal piket bertugas di check point KEK Kota Bitung.

Namun belakangan informasi yang sempat diterima, dalam satu tim hanya akan terakomodir mendapat insentif hanya enam orang saja. “Nantinya dari jumlah yang diterima akan dibagikan untuk sembilan orang petugas,namun hingga sekarang belum terealisasikan,” tandasnya.

Terkait belum dibayarnya insentif tenaga kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bitung, dr Jeaneste Watuna mengatakan, baru yang sudah terbayar adalah tenaga medis di Dinas Kesehatan dan Public Service Center (PSC) 119 dengan nilai sekitar Rp 51 juta untuk tiga bulan. “Untuk tenaga medis yang di Puskesmas belum karena mereka belum melengkapi data yang diminta,” ucapnya saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Adapun dana insetif untuk tenaga kesehatan bersumber dari APBD Kota Bitung tahun anggaran 2020 dan bakal menyasar 104 orang tenaga medis yang di SK-kan akan menerima insentif.

Dalam buku kegiatan penambahan belanja untuk petugas PSC dan Tenaga Kesehatan Terkait Langsung dengan penanganan Covid-19 ditata sebesar Rp 2.320.000.000.(rpm/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here