Astaga !! Oknum Polisi di Bolmut Diduga Aniaya Warga

0
545
Kapolres Bolmut, AKBP Eko Kurniawan, SIK saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (15/6/2020) dan korban penganiayaan, MH yang diduga dilakukan oleh oknum Polisi

Bolmut, Sulut – Kekerasan fisik kembali terjadi di kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), sangat disayangkan penganiayaan justru diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian berinisial BB terhadap korban MH, Jumat (13/6/2020) malam.

Hal ini terjadi di desa Sidupa, seperti bola salju yang terus bergulir, merebak, dan merasuk ke dalam kehidupan terutama pada masyarakat kecil.

Kapolres Bolaang Mongondow Utara AKBP Eko Kurniawan, SIK saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, sebagaimana laporan awal yang saya terima memang telah terjadi insiden kekerasan fisik oleh oknum anggota kepolisian terhadap salah satu warga Sidupa kecamatan Pinogaluman,” ucapnya saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin (15/6/2020).

Menurutnya, hal tersebut sedang ditangani secara internal untuk langkah-langkah pelanggaran kode etik dan tindakan hukum Pidana.

“Hal ini tetap mengacu ke prosedur penyelidikan oleh kepolisian, dimana korban penganiayaan tersebut harus membuat laporan kepolisian agar nantinya berproses sesuai aturan yang ada,” tukas Kapolres.

Kapolres menuturkan, dirinya akan terus fokus mengawasi tindakan jajarannya yang tidak mengindahkan Tribrata, kode etik Kepolisian, HAM serta Peraturan Kapolri.

“Intinya keberadaan kami untuk melindungi dan mengayomi warga masyarakat. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 dan tatanan hidup baru ini. Intinya Polisi harus memberikan teladan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Menanggapi peristiwa itu, tokoh Masyarakat Bolmut yang juga Ketua Presidium Pemekaran dan Pengawal Pembangunan Bolmut Moh. Irianto Christofel Buhang, S.sos saat bersua dengan media ini menyayangkan sikap dari oknum polisi tersebut.

“Sangat disayangkan sang pengayom masyarakat mengambil tindakan yang terkesan diluar kewajaran sebagai anggota Polri,” ucapnya.

Ia menambahkan, bahwa masyarakat perlu dilindungi bukan disakiti, terlebih di situasi saat ini sedang dalam kesulitan dan himpitan hidup karena pandemi COVID-19.

“Semua sendi kehidupan masyarakat lumpuh total, disisi lain tindakan tak terpuji justru diperlihatkan oleh oknum penegak hukum. Kami meminta kepada Kapolres mendesak agar oknum polisi yang menganiaya masyarakat segera diadili sesuai dengan hukum yang berlaku, polisi pengayom masyarakat tidak selayaknya menganiaya warga sampai babak belur,” pungkas Christofel seraya berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here