Dinilai Mubazir, LP3K Bolmut Minta KPK Telusuri Pembangunan Rudis Gulantu

0
490

Bolmut, Sulut – Gajah dipelupuk mata, tak tampak semut di seberang lautan. Peribahasa ini tampak terlihat seperti yang terjadi di kabupaten Bolaang Mongondow Utara, pada proyek pembangunan Rumah Dinas (rudis) Bupati dan Wakil Bupati Bolmut.

Pasalnya, sejak selesai dibangun, mega proyek dengan anggaran puluhan miliar Rupiah ini, terkesan mubazir, dibiarkan terbengkalai. Alhasil, tidak memberikan azas manfaat dari pembangunan tersebut.

Anehnya, sang mitra kerja pemerintah kabupaten Bolmut, yakni DPRD Bolmut dan juga aparat penegak hukum di daerah tersebut terkesan cuek, seakan-akan tidak mau tahu. Hal ini mendapat kritikan dari Ketua Lembaga Pemantau Pembagunan Pemerintahan dan Kemasyarakatan (LP3K) Bolmut, Syamsudin Olii.

Kepada Jejak Fakta, Kamis (18/6/2020), Olii menilai pembangunan rudis tersebut dinilai hanya membuang-buang uang negara saja.

“Setahu saya, mega proyek bernilai miliaran Rupiah, pembangunan Rudis Bupati dan Wabup serta fasilitas umum lainnya telah dianggarkan dan disetujui oleh DPRD dalam setiap tahun di APBD. Anehnya, fasilitas hingga saat ini terkesan dibiarkan, tidak dimanfaatkan, bahkan disetiap audit BPK bangunan fisik Rudis Gulantu dijadikan catatan saja. Ini ada apa?,” ucapnya.

Olii pun menduga, hal ini telah dijadikan lahan kompromi oleh oknum-oknum tertentu. “Saya mewakili masyarakat Bolmut, agar aparat penegak hukum, baik Kepolisian, Kejaksaan hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dapat menelusuri pembangunan Rudis Gulantu ini, serta kegiatan lain yang dianggarkan pada rudis tersebut,” ujarnya.

Dengan kehadiran putra daerah Bolmut di Lembaga anti korupsi (KPK), Olii mendesak agar segera membuka tabir gelap pada pembangunan Rudis Gulantu Bolmut.

“Tak pernah ditempati, yang aneh bin ajaib justru ada alokasi dana diperuntukkan ke rudis tersebut dengan anggaran pemeliharaan bernilai ratusan juta dan pihak legislatif (DPRD) pun tetap menyetujui hal ini tanpa melakukan monitoring, pengawasan dan evaluasi. Terkesan Ciluk Baa,” tukasnya.

Olii menambahkan Pemkab Bolmut dan DPRD seharusnya lebih bijaksana lagi dalam menetapkan setiap perencanaan. “Bisa dibayangkan berapa kerugian negara jika rudis ini dibiarkan tanpa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dipublish, Pemkab Bolmut melalui instansi terkait dengan pembangunan tersebut yakni Dinas PUPR Bolmut belum berhasil dikonfirmasi.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here