Diduga Minum Obat Kadaluarsa dari Puskesmas, Balita di Desa Ollot ‘Kritis’?

0
497

Bolmut, Sulut – Nasib malang yang dialami balita berinisial AO harus merasakan siksanya penyakit akibat pemberian obat dari salah satu tenaga kesehatan di Puskesmas Ollot, yang diduga sudah melewati batas pemakaian (kadaluarsa).

Balita tersebut mengalami kejang-kejang, sekujur tubuh bengkak, membiru dan rasa mual terus dirasakan. Hal ini dikatakan orangtua korban, Filka Olli.

Kepada jejak fakta, Filka menuturkan, awalnya korban (balita,red-), Kamis (19/6/2020), mengalami demam dan langsung membawa ke Puskesmas Ollot untuk menjalani perawatan.

“Setelah diperiksa oleh suster, saya diberikan obat. Sesampai di rumah, saya langsung meminumkan obat yang diberikan. Setelah 20 menit kemudian, anak saya ikut kejang-kejang, muntah, hingga sekujur tubuh bengkak dan membiru,” ucapnya, Jumat (19/6/2020).

Melihat anaknya mengalami hal itu, Filka pun langsung mengambil kemasan obat tersebut. “Timbul kecurigaan, bukannya kesehatan anak saya membaik malah lebih gawat. Saya pun langsung melihat kemasan obat dan ternyata tertulis masa kadaluarsanya bulan Juni,” ungkapnya.

Terkait kejadian ini, Filka tak habis pikir ketika petugas puskesmas yang paham tentang kesehatan dan obat-obatan kemudian memberikan obat kepada pasien.

“Yang memberikan obat kadaluarsa adalah orang-orang puskesmas yang paham tentang kesehatan termasuk obat-obatnya. Maka ketika itu diberikan kepada pasien dan dikonsumsi dan menimbulkan efek yang tak bagus bagi kesehatan,” tukasnya.

Filka pun menambahkan, dirinya merasa keberatan terkait pemberian obat tersebut yang berefek pada kesehatan anaknya. “Kan ada SOP memberi obat kepada pasien. Ini pasti tak dijalankan. Hal ini akan saya bawa ke ranah hukum dan meminta tanggungjawab dari pihak puskesmas,” cetus Filka.

Terpisah, Kepala puskesmas Ollot J. Djenaan, SKM saat dikonfirmasi merasa terkejut. “Saya belum tahu pasti seperti apa kronologisnya. Terimakasih atas informasinya, saya tanyakan dulu ke dokter dan oknum tenaga kesehatan yang menangani pasien tersebut yah,” ucapnya via Whatsapp.

Tak lama kemudian, J. Djenaan kembali menginformasikan ke awak media, dan mengatakan bahwa setelah mendengar penjelasan dokter, dirinya membenarkan bahwamemang benar ada salah satu pasien balita yang ditangani oleh pihak puskesmas.

“Iya benar ada salah satu pasien Balita yang ditangani dengan keluhan sakit demam, dan langsung diambil tindakan dengan memberikan obat vitamin dan Paracetamol sirup. Terkait isyu Expired obat tersebut, belum bisa kami pastikan,” tuturnya.

Djenaan pun mengakui bahwa masa kadaluarsa obat tersebut pada bulan Juni 2020 ini. “Rencananya akan segerakami musnahkan, tapi saya pastikan kemungkinan balita tersebut alergi dengan obat. Yang pastinya, besok akan kami kunjungi pasien balita tersebut,” tandasnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here