Bolmut Menuju Kabupaten Produktif dan Aman COVID-19

0
357

Bolmut, Sulut – Kabupaten Bolaang Mongondow Utara semakin gencar menunjukkan komitmennya untuk menjadi Kabupaten yang produktif dan Aman COVID-19.

Disamping peran dari Bupati Drs. Hi. Depri Pontoh, Wakil Bupati Hi. Amin Lasena MAP, Sekda Bolmut, Dr. Drs. Asripan Nani, M.Si dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Instansi kesehatan dalam hal ini Dinas Kesehatan Bolmut mempunyai peran sentral dalam komitmen tersebut.

Kepastian menuju Kabupaten yang produktif dan aman dari COVID-19, hal ini dibuktikan dengan berdasarkan Surveilans Epidemiologi Kepala Dinas Kesehatan Bolmut, dr. Jusnan C. Mokoginta.

“Ada yang harus diungkapkan dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan terakhir. Angka Epidemiologi berhasil dicapai dengan pendekatan dan strategi yang tepat,” ucap Jusnan, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, kurang lebih 15 indikator penilaian yang disyaratkan oleh Gugus Tugas dari Pusat berhasil dicapai dengan baik, sehingga Bolmut ditetapkan sebagai salah satu Daerah Resiko Rendah Penularan Covid 19 atau Zona Kuning.

“Apa dampaknya? Kabupaten Bolmut dapat direkomendasikan untuk memulai lagi aktivitas dari perkantoran, bisnis dan perdagangan, transportasi serta kegiatan beribadah pun sudah bisa dilakukan secara bertahap dengan mengikuti Protokol COVID-19 yang sudah ditetapkan Pemerintah,” tuturnya.

Jusnan menjelaskan, sebagai bagian penting dari Gugus Tugas, Dinas Kesehatan selalu menjadi utama dalam merekomendasi kegiatan-kegiatan tersebut.

“Artinya boleh atau tidak, Bolmut kembali lagi kepada kehidupan Normal pasti harus melalui kajian kritis berdasarkan angka-angka yang telah dicapai oleh semua jajaran yang ada didalam Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bolmut,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, beberapa daerah justru masih dalam tahapan berusaha menghentikan kenaikan kurva dari COVID-19 yang cenderung naik terus dan tidak bisa memastikan kapan akan menurun seperti yang telah dicapai oleh Bolmut.

“PSBB masih dilakukan, kehidupan sosial kemasyarakatan belum bisa dilaksanakan. Bahkan kegiatan Pemerintahan pun belum bisa maksimal,” ungkapnya.

Apakah capaian baik ini datang sekejap dan seperti membalikan telapak tangan. Jusnan memastikan tidak karena lebih 3 (tiga) bulan di Bolmut, semua pihak bekerja keras.

“Strategi Social Distancing skala kecil sudah dilakukan lebih awal dengan menjaga perbatasan masuk timur dan barat. Pemerintah dengan TNI/Polri bergerak cepat mengawal Dinas Kesehatan dan SKPD terpadu dalam melakukan langkah Screening, Tracing dan Tracking secara cepat untuk mengisolasi dan memutuskan rantai penularan dari Virus Corona ini. 0RP, OTG, ODP, PDP bahkan yang terkonfirmasi Positif pun ditangani sesuai prosedur sampai sembuh. Singkatnya Bolmut relatif cepat disterilkan sampai ke desa-desa yang ada di Bolmut,” tandasnya.

Jusnan memastikan, pihaknya memiliki data yang lengkap, bahkan Peta Epidemiologi yang cukup baik dari seluruh warga yang ada di wilayah.

Alhasil kondisi saat ini cukup aman dan terkendali walaupun masih tetap siaga serta waspada. Fundamen kesehatan pun dibangun cukup kuat dalam melawan COVID-19 ini.

“Lantas apa yg menjadi masalah saat ini? Ancaman terbesar kita saat ini adalah respons masyarakat terhadap komunikasi publik yg ada selama ini. Issue sudah bergeser kearah melemahkan kepercayaan terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dan instansi tekhnis yang terlibat didalam penanganan COVID-19,” cetusnya.

Terakhir, Jusnan pun mencontohkan, beberapa kasus terakhir seperti pada saat penetapan hasil status terkonfirmasi positif, perampasan Pasien PDP bahkan sampai penolakan pemakamannya adalah contoh paling anyar akan belum berhasil masuknya informasi COVID-19 didalam benak publik.

“Ketidakpahaman publik (Ignorance) dibuat sedemikian rupa untuk menafikan capaian-capaian keberhasilan selama ini. Yang jadi polemik justru hal-hal yang sudah jelas regulasi dan protapnya. Muncul beberapa ahli Pandemi yang tidak memiliki kompetensi meramaikan ruang publik dan membentuk opini kurang tepat. Asymetri Informasi bergerak liar bagai bola panas hingga pada akhirnya menjadi kontra produktif terhadap upaya utama untuk Bolmut keluar dari masalah Pandemi ini secepatnya, pungkasnya.

“Sebenarnya harapan kita semua sama dan satu saja. Bolmut segera mungkin keluar dari masalah COVID-19 ini (samua so jadi susah deng masalah ini). Saya berpikir inilah masalah utama kita di Bolmut pada saat ini,” tambah Jusnan.(ADVETORIAL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here