JCM Minta Masyarakat Pahami Fatwa MUI tentang Pemulasaran Jenazah PDP

0
626

Bolmut, Sulut – Kepala Dinas Kesehatan Bolmut, dr. Jusnan C. Mokoginta yang akrab disapa JCM, meminta agar masyarakat memahami Fatwa MUI tentang pemulasaran jenazah PDP.

Jusnan menjelaskan, penanganan jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) dilakukan melalui proses memandikan jenazah yang dianjurkan pengucuran air ke seluruh tubuh. Tapi jika tidak dimungkinkan, maka ditayamumkan.

“Tapi kalau tidak dimungkinkan maka bisa langsung dikafankan, namun untuk pasien yang masih berstatus PDP dan belum bisa dipastikan Positif COVID-19 maka proses dimandikan dan kafankan selanjutnya disholatkan wajib dilakukan dengan syariat agama dan protokol COVID-19,” ucapnya saat menggelar press conference, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, tata cara (Protokol) menguburkan jenazah Pasien (COVID-19) berbeda dengan mengubur jenazah seperti biasa dilakukan. “Tata caranya sudah diatur dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020,” ujarnya.

Dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang pedoman pengurusan jenazah muslim yang terinfeksi wabah COVID-19, kata Jusnan, terdapat poin bahwa pengurusan jenazah terpapar virus corona harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat agama.

“Terdapat empat tindakan pengurusan jenazah seorang muslim, yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan. Penekanan dilakukan untuk proses memandikan dan mengafani, karena ketika pasien COVID-19 meninggal, virus masih ada di tubuhnya dan dapat menular kepada orang berkontak dengan jenazah tersebut, dalam hal ini yang melakukan proses pengurusan,” urainya.

Dalam prosedur menyalatkan dan menguburkan jenazah pasien corona, lanjut Jusnan, MUI menegaskan, dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar virus corona.

“Terkait pengurusan jenazah, yang layak diperhatikan, pengurusan jenazah hanya boleh dilakukan oleh pihak dinas kesehatan secara resmi yang sudah ditunjuk, seperti rumah sakit tempat meninggalnya pasien. Jenazah korban COVID-19 ditutup dengan kain kafan atau bahan yang terbuat dari plastik yang mampu menahan air, juga dapat pula ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar. Apabila jenazah sudah dikafani atau dalam kondisi terbungkus, maka petugas dilarang untuk membuka kembali. Langkah ini berisiko karena ada potensi penularan virus COVID-19 dari tubuh jenazah dan Kafan jenazah dapat dibuka kembali dalam keadaan mendesak seperti autopsi, dan hanya dapat dilakukan petugas,” katanya.

Terkait proses penguburan jenazah, dia mengatakan, jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 (empat) jam.

“Proses penguburan jenazah harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam syariah dan protokol medis. Jenazah yang sudah melalui proses sebelumnya sesuai aturan medis, kemudian langsung dimasukkan bersama dengan peti ke dalam liang kubur. Hal ini dilakukan tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan dari jenazah tersebut. Penguburan beberapa jenazah dalam satu liang lahat diperbolehkan karena sudah termasuk dalam ketentuan al-dlarurah al-syar’iyyah atau kondisi darurat,” ujarnya.

Jusnan pun mengungkapkan, dalam protokol COVID-19, terdapat keterangan terperinci tentang lokasi penguburan jenazah pasien COVID-19 dan ketentuan untuk pihak keluarga.

“Soal ada laporan masyarakat serta pemberitaan sejumlah media bahwa pembongkaran jenazah PDP warga Desa Boroko ada yang tidak selayaknya terjadi, saya no coment. Karena proses pemulasaran jenazah dari RSUD Datoe Binangkang Lolak, kami disini hanya melakukan proses pemakaman dengan mengacu ke SOP COVID-19,” tukasnya.

“Tapi saya yakin dan percaya, semua RSUD yang menangani jenazah yang diduga terpapar COVID-19 protapnya tetap sama. Saya berharap semua elemen masyarakat dapat memberikan edukasi yang dapat dipahami masyarakat luas agar tidak ada kesimpangsiuran. Marilah kita sama-sama memperbaiki hal yang kurang untuk kebaikan kita, kabupaten Bolaang Mongondow Utara kedepan,” tambah Jusnan.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here