Misteri Pemulasaran Jenazah PDP Asal Bolmut “Terungkap”, Ini Faktanya !!

0
1080

Bolmut, Sulut – Pasca pemakaman yang dilakukan Gugus Tugas COVID-19 Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terhadap almarhum AK (23) berjenis kelamin laki-laki yang merupakan pasien dalam pengawasan (PDP), Kamis (4/6/2020) lalu, akhirnya menjadi tragedi bersejarah di provinsi Sulawesi Utara.

Buktinya, makam almarhum yang merupakan warga kecamatan Kaidipang, akhirnya dibongkar oleh keluarga saat diumumkan bahwa almarhum AK tidak terinfeksi COVID-19 (negatif) berdasarkan surat pengantar hasil laboratorium dari Kadinkes Provinsi Sulawesi Utara Nomor : 440/SEKR/1550.20/VI/2020 tanggal 20 Juni 2020. Tindakan tersebut dilakukan oleh keluarga untuk ketentuan dan kepatuhan agama sesuai agama Islam.

Saat pembongkaran makam dan pembukaan peti jenazah seakan menjadi saksi kinerja dari petugas pemulasaran jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang Lolak dalam mengurus jenazah yang diduga bertolakbelakang dengan Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang pedoman pengurusan mayat bagi muslim yang terinfeksi wabah tersebut.

“Kami kaget saat membuka peti jenazah, dimana almarhum dalam posisi telungkup, dibungkus dengan kain (sarung) bekas yang dipakai oleh almarhum dan sangat mengherankan hingga popok masih terpasang,” singkat Sunawar Patadjenu, yang merupakan paman dari almarhum.

Kejadian tersebut, diamini oleh ibu almarhum, Sarah Pomolango yang melihat proses pemulasaran jenazah anaknya. “Popoknya masih terpasang, sebelum dibungkus dengan sarung yang dipakai anak saya sewaktu dirawat, saya cuman melihat kain putih tebal. Entah itu kain kafan atau bukan, karena terlihat kurang jelas soalnya agak jauh (sesuai protokol COVID-19),” ungkapnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Boroko, Mursid Patadjenu. “Pelaksanaan pembongkaran makam almarhum atas permintaan keluarga. Hal ini dilakukan untuk menyempurnakan tata cara pemakaman sesuai ajaran agama Islam,” katanya.

Mursid mengungkapkan, keluarga almarhum menemukan sesuatu yang tidak layak bagi jenazah pada umumnya saat keluarga membongkar peti jenazah.

“Dimana jenazah AK tertelungkup di dalam peti jenazah, popok masih terpasang dan kain sarung bekas yang digunakan AK saat masih perawatan juga dipakaikan untuk membungkus jenazah,” tukasnya.

Senada dengan hal itu, juga dituturkan Tokoh Pemuda Bolmut, Ibrahim Datukramat yang pada saat itu menghadiri kegiatan tersebut. “Sebagaimana kesaksian saya, memang ada hal-hal yang sangat rancu. Kok bisa, popok almarhum tidak dilepaskan? Alhamdulilah pemerintah desa, keluarga dan tokoh-tokoh agama sudah menyempurnakan pemakaman almarhum sesuai dengan tata cara agama Islam,” terangnya.

Datukramat pun tak habis pikir dengan kinerja petugas pemulasaran jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang Lolak.

“Ini salah satu contoh yang harus dievaluasi, siapkan petugas pemulasaran yang memiliki pengetahuan terkait hal ini. Meski kekhawatiran dan kewaspadaan penting, tetapi harus dibarengi dengan pengetahuan yang memadai. Hal itu untuk menghindari jangan sampai kekhawatiran akibat kurangnya pengetahuan membuat jenazah tidak mendapatkan hak pemakaman sesuai agama. Lagian juga kan, almarhum masih PDP bukan positif COVID-19. Dan ternyata hasil SWAB juga menyatakan negatif,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bolmut dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya hanya menangani proses pemakaman saja.

“Pasien berinisial AK ditetapkan sebagai PDP oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang Lolak, juga meninggal disana. Sehingga yang mengurus pemulasaran adalah di rumah sakit tersebut, kami hanya bertugas sampai pada proses pemakaman saja,” singkatnya kepada media ini.

Terpisah, Direktur RSUD Datoe Binangkang Lolak, dr. Debby Cintia Dewi Kulo saat dikonfirmasi via Whatsapp mengatakan pihaknya tetap mengacu pada ketentuan dan fatwa MUI. “Pada saat pemulasaran jenazah, ada 2 (dua) dari keluarga almarhum yang ikut menyaksikan fardhu kifayah, yakni ibu almarhum dan ada satu keluarga dari almarhum,” jelasnya.

Saat ditanya terkait posisi jenazah yang tertelungkup di dalam peti, dr. Debby mengatakan mungkin efek dari perjalanan yang lumayan jauh. “Kemungkinan faktor selama perjalanan dari Lolak menuju Bolmut pak. Intinya, proses pemulasaran kami laksanakan mengacu pada ketentuan dan Fatwa MUI,” pungkasnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here