Kasus Dugaan Penyalahgunaan DAK dan Dana BOS SMK Negeri 6 Bitung “Tatono” di Kejaksaan

0
427

Bitung, Sulut – Pasca pengungkapan kasus dugaan korupsi Dana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2015 yang menetapkan 3 (tiga) tersangka dalam kasus tersebut. Akhir-akhir ini, kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung dalam memberantas kasus korupsi di Kota Bitung patut diacungi jempol.

Tapi, dibalik pengungkapan kasus tersebut, ada sesuatu “sampah” kriminal yang dinilai belum diselesaikan oleh pihak Kejari Bitung. Buktinya, ada beberapa kasus korupsi yang ditangani oleh Kejari Bitung dikabarkarkan “tatono” (mengendap) di kantor korps Adhyaksa Bitung ini.

“Contohnya kasus dugaan penyimpangan dalam pelaksaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun 2017 dan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SMK Negeri 6 Bitung yang kabarnya sudah masuk dalam tahap penyelidikan sejak bulan Januari lalu,” ucap sumber yang meminta namanya tidak dipublish.

Ia mengungkapkan, DAK Fisik tahun 2017 terkait pembangunan dua ruang praktek kompetensi keahlian teknik alat berat dan peralatannya. “Anggarannya Rp1,6 Miliar dan dana BOS tahun 2017, 2018 hingga 2019,” ungkapnya.

Dirinya juga meminta Kejari Bitung untuk segera menuntaskan kasus tersebut agar tidak menjadi polemik dan kesimpangsiuran masyarakat.

“Iya, Kejari Bitung harus segera menuntaskan kasus tersebut agar masyarakat tahu apa betul ada tindakan penyalahgunaan atau tidak. Dan tentunya, dengan azas keterbukaan informasi publik, Kejari Bitung harus mempublish pengembangan penanganan kasus ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung, Frenkie Son SH MM MH melalui Kasi Intelijen Budi Kristiarso SH MH saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Iya memang benar, ada kasus di SMK Negeri 6 Bitung yang sementara kita lidik. Kasus ini adalah temuan di lapangan oleh tim Intelijen Kejari Bitung,” ucapnya via seluler kepada media ini, Kamis (25/6/2020).

Saat ditanya kasus tersebut diduga dibiarkan mengendap di Kejari Bitung, Budi dengan lantang membantah.

“Bukan dibiarkan, penyelidikan ini terhambat akibat kita diperhadapkan dengan pandemi COVID-19. Intinya akan segera menindaklanjuti kembali. Dan perlu diketahui juga, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, perkembangan kasus yang kami tangani akan dipublikasikan secara intensif. Sabar yah,” tutupnya mengakhiri sambungan telefon.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here