PDIP Bolmut Kecam Aksi Pembakaran Atribut Partai di Depan Gedung DPR-RI

0
567

Bolmut, Sulut – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menyayangkan aksi pembakaran bendera Partai PDI-Perjuangan dalam unjuk rasa menentang rancangan undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR RI, Rabu (24/6/2020) kemarin.

Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena M.AP, mengatakan Indonesia adalah Negara hukum, oleh karena itu kami sangat mendukung langkah Dewan Pimpin Pusat (DPP) PDI-Perjuangan menempuh jalur hukum.

“Kami berharap agar aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan secara cepat dan tepat sebagaimana penerapan hukum yang berlaku terhadap pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan, “ujar Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Bolmut, Drs. Hi. Amin Lasena, MAP, kepada awak media, Kamis (25/6/2020)

PDIP adalah partai yang sah dan konstitusional sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kami tegaskan, bahwa tindakan keji menuduh PDI Perjuangan sebagai komunis adalah perilaku yang anti demokrasi dan anti Pancasila yang sangat membahayakan keutuhan NKRI,” tegas Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Bolmut.

Ditambahkan Lasena, saya menghimbau dan berharap untuk semua kader dan simpatisan PDI-Perjuangan Kabupaten Bolmut, agar tetap tenang dan jangan terprofokasi.

“Biarkan hukum yang bertindak, saat ini kita tetap fokus melakukan konsolidasi partai biarkan badan hukum PDIP yang akan mengawal persoalan ini. Yang pasti atas nama partai, mengutuk tindakan anarkis seperti itu,” tegasnya.

Menghadapi agenda-agenda politik ke depan terutama dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung 9 Desember 2020 ini, lanjut Lasena, mengajak para kader agar tetap solid.

“Jangan terprofokasi dengan isu yang ingin menghancurkan kita. Ini merupakan propaganda politik oleh kelompok tertentu yang tidak paham akan sistim negara Demokrasi, juga tetap waspada karena ada pihak pihak yang ingin menghancurkan PDIP,” tandasnya.

Padahal Rancangan HIP, tambah Lasena yang juga Wakil Bupati Bolmut, adalah agenda yang ruangnya adalah DPRD bukan Partai PDIP.

“Lagipula ini masih rancangan yang sedang dibahas oleh DPR-RI dan di lembaga tersebut ada berbagai macam perwakilan parpol. Anehnya, hanya PDIP yang diklaim PKI. Ini merupakan opini bejat dan radikalis oleh kelompok tertentu, NKRI adalah harga mati. Sekali lagi saya ingatkan kepada kader, simpatisan dan masyarakat luas agar terus waspada terhadap jenis gangguan By desain oleh oknum-oknum penjahat demokrasi,” pungkasnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here