Tak Penuhi Panggilan Kejaksaan Terkait Kasus Korupsi, Plh Sekda Boalemo Akhirnya Dijemput Paksa

0
554

Gorontalo – Kasus Dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) 2018 yang melibatkan pelaksana harian (Plh) Sekda kabupaten Boalemo berinisial SH alias Sofyan makin menarik disimak.

Pasca tahap II dalam penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Kejari Boalemo kepada jaksa penuntut umum (JPU). Kejari Boalemo semakin menunjukkan tajinya. Hal ini dibuktikan saat menjemput Plh Sekda Boalemo.

Dari informasi yang diperoleh, Sofyan didampingi oleh sejumlah petugas dari Kejaksaan dengan pengawalan aparat kepolisian di Bandara Djalaluddin saat tiba dengan maskapai penerbangan pesawat Batik Air, Sabtu (27/6/2020).

Penjemputan Plh Sekda oleh Kejari Bualemo karena diduga mangkir dari panggilan sebelumnya. “Penangkapan dilakukan karena tersangka tidak mengindahkan panggilan kejaksaan. Tersangka ditangkap oleh tim intelejen Kejaksaan Agung pada Jumat malam (26/6/2020), tepat pukul 18.15 WIB pada salah satu hotel di Jakarta. Kemudian diserahkan kepada kami,” Kajari Boalemo, Bertinus Haryadi Nugroho.

Diberitakan pada tahap II, Kejari Boalemo sudah melakukan penahanan kepada satu tersangka lainnya berinisial DB alias Danar yakni kepala Seksi Pembiayaan dan investasi, Bidang Sarana Prasarana Pertanian.

“Bersangkutan dilakukan penahanan oleh Jaksa Penuntut Umum mulai hari ini hingga 20 hari kedepan. Jadi selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,” tandas Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Boalemo, Kurnia Dewi Makatitta.

Diketahui, Sofyan dan Danar ditetapkan tersangka oleh Kejari Boalemo, Kamis (27/2/2020) lalu karena diduga terlibat Tindak Pidana Korupsi Kasus pembangunan Irigasi air Dangkal, Embung, Dam Parit/long storage, dan Pintu air, di kabupaten Boalemo yang menggunakan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here