Anggaran COVID-19 Desa Mananggu Kembali Disorot

0
733

Boalemo – Anggaran bantuan sosial (Bansos) dan penanganan COVID-19 di Desa Mananggu kembali menuai sorotan warga, Jumat (3/7/2020).

Keluhan yang datang mulai dari penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan bantuan langsung tunai (BLT).

“Saya merasa sedih mendengar keluhan dari masyarakat terkait pemerintah desa soal relawan pencegahan COVID-19 yang bekerja dari siang hingga malam tetapi untuk pembayaran relawan tidak merata, belum lagi masker yang hanya di realisasikan hanya empat ratus dari perencanaan awal mencapai seribu lebih, sementara dengan poksi anggaran sebesar Rp25 Juta, harusnya bisa memenuhi semua itu,” tegas Mohammad Rifki Pongoliu salah satu pemuda Desa Mananggu.

Rifki mengatakan, keluhan masyarakat soal penyemprotan dan masker ini membuat saya kaget dan bertanya soal kinerja pemerintah di Desa.

“Penyemprotan disinfektan baru dilakukan sekali, padahal setahu saya imbauan perintah kecamatan itu dilakukan tiga kali, sementara insentif relawan berbeda-beda ada yang Rp500 ribu ada yang Rp200 ribu dan bahkan ada yang tidak sama sekali,” ungkapnya.

Rifki menambahkan, belum lagi keluhan masyarakat mengenai bantuan langsung tunai (BLT). “Ada masyarakat yang tidak mampu dan terdampak namun tidak dapat bantuan langsung tunai (BLT). Terutama ada supir-supir yang putus mata pencaharian,” tndasnya

Selain itu, salah satu masyarakat yang bekerja sebagai supir merasa kecewa soal pembagian bantuan sosial langsung (BLT).

“Waktu itu kita sementara di makassar dia bilang kalau mo dirumahkan mo dapat bantuan langsung tunai (BLT), mereka minta plat nomor kita. Dua bulan dirumahkan setelah cair bantuan langsung tunai (BLT) tapi tidak dapat, sementara yang lain sudah dapat,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dipublish, Kepala Desa Mananggu belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini.(F07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here