Polemik Penyaluran BLT DD di Desa Bilalea Jadi Atensi Dinas PMD Parimo

0
421
Kepala Dinas PMD kabupaten Parigi Moutong, Fit Dewana SSTP (foto:Palu Expres)

Parigi Moutong – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) DD di desa Bilalea yang diduga tidak tepat sasaran akhirnya jadi atensi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Parigi Moutong.

Kepala Dinas PMD Parigi Moutong, Fit Dewana SSTP saat dikonfirmasi via seluler menegaskan, proses penyaluran BLT harus secara selektif agar tepat sasaran, terlepas dari mereka yang telah masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan penerima kartu prakerja yang ditangani instansi teknis lainnya.

“Penyaluran bantuan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40 tahun 2020, dimana pemerintah desa wajib menjalankan program tersebut sesuai Pasal 32A ayat 2 dan apabila desa tidak merealisasikan, maka pemerintah menjatuhkan sanksi berupa penghentian penyaluran serta pemotongan DD,” jelasnya, Senin (6/7/2020).

Selain itu kata Fit, pengalokasian BLT telah diatur dalam Peraturan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendea-PDT) nomor 6 tahun 2020 yang mewajibkan desa melakukan perubahan APBDes untuk menjangkau masyarakat kehilangan mata pencaharian akibat dampak penyebaran virus corona.

“Kami sudah menyampaikan aturan-aturan penyaluran BLT kepada masing-masing pemerintah kecamatan dan desa agar ditindaklanjuti sesuai arahan pemerintah pusat,” tukasnya.

Terkait pemberitaan di media ini, Fit menuturkan pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut. “Setelah membaca pemberitaan terkait penyaluran BLT DD di desa Bilalea, ini akan kami tindaklanjuti di lapangan seperti apa nantinya,” tandasnya.

“Insya Allah hari ini saya berangkat, mungkin besok saya mampir disana untuk melakukan evaluasi karena ada juga beberapa desa di kecamatan Moutong yang harus dikunjungi berkaitan dengan BLT Dana Desa yang Rp300 ribu karena banyak desa yang dananya sudah tidak cukup,” tambah Fit mengakhiri sambungan telefon.

Diberitakan sebelumnya, penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa di desa Bilalea kecamatan Taopa yang terkesan tidak tepat sasaran.

Pasalnya, dana senilai Rp600 ribu yang diberikan selama tiga bulan secara bertahap juga diterima kepada warga yang tergolong ekonomi mampu.

Bahkan, dari data yang diperoleh media ini, keluarga terdekat pun (suami) dari anggota BPD desa Bilalea juga menerima BLT Dana Desa tersebut.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here