Karang Taruna Desa Tabulo Soroti Kinerja BUMDES

0
466
Ketua Karang Taruna Desa Tabulo, Rein Tulen

Boalemo – Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tabulo kecamatan Mananggu dinilai sampai saat ini belum maksimal.

“Alokasi dana bumdes dari tahun 2018-2019 mencapai hampir lebih dari Rp180 Juta yang kemudian dibelanjakan untuk badan usaha desa (BUMDES) tersebut, seperti pengadaan ternak kambing, kelompok pengrajin roti, lapangan futsal dan juga game mobil sport mini yang sampai saat ini belum maksimal sama sekali pengelolaannya,” ucap Ketua Karang Taruna Desa Tabulo, Rein Tulen saat bersua dengan media ini, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, beberapa barang usaha dari badan usaha milik desa (BUMDES) sudah tidak bisa difungsikan lagi.

“Sampai saat ini tenda dalam keadaan rusak dan tak kunjung diperbaiki, begitupun mobil sport mini yang kemudian peralatannya sudah rusak total, belum lagi lapangan futsal yang kini sudah tidak pernah dimanfaatkan lagi,” tuturnya.

Rein menambahkan, melihat kondisi ini, dirinya merasa prihatin karena mengingat bahwa desa Tabulo ini adalah desa yang tepat berada di Ibukota kecamatan Mananggu.

“Ini tentunya menjadi menjadi tolak ukur tersendiri dari semua pihak. Belum lagi pemerintah desa yang terlalu apatis (cuek) terhadap keadaan yang ada. Seharusnya pemerintah desa bisa mengambil alih atau bisa meminimalisir segala kendala- kendala menyangkut Bumdes yang terkesan tak aktif. Dan hingga saat ini, laporan pertanggungjawaban (LPJ) Belum sama sekali dilaporkan semenjak dari tahun 2018,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tabulo, Suryanata Yusuf saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengagendakan hal ini untuk melakukan evaluasi. “Insya Allah besok, akan dilakukan evaluasi bersama pengurus Bumdes,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, alasan pihaknya tidak memberikan alokasi maupun penyertaan modal karena melihat progres pengurus Bumdes stagnan.

“Mengapa tahun ini saya belum memberikan penyertaan modal, karena peningkatan pengurus bumdes itu ternyata tidak ada. Pergerakan Bumdesnya belum efektif. Jadi makanya saya akan evaluasi dulu teman-teman pengurus, karena melihat pembelanjaan kemarin sangat besar, kemudian realiasinya pun tidak begitu efektif,” ungkapnya.

Terkait persoalan beberapa peralatan/barang sudah rusak, Suryanata menambahkan belum ada tindaklanjut dari pengurus Bumdes.

“Saya dapat info dari Ketua Bumdes bahwa katanya akan diperbaiki, tetapi sampai sekarang belum juga dilakukan. Makanya besok, saya akan mengevaluasi mereka bagaimana perjalanan BUMDES dari penyertaan modal dari tahun 2018 hingga 2019. Saya dengan teman-teman, dan BPD secara administrasi akan mengundang mereka untuk serta soal laporan pertanggungjawaban (LPJ). Perlu diketahui saya baru menjabat sekitar 6 bulan, jadi historinya belum tahu. Insya Allah besok yah saya tindaklanjuti,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) desa Tabulo Fikri Wasilu mengakui bahwa BUMDES belum maksimal karena disebabkan beberapa faktor.

“Pertama, bahwa memang rancangan kemarin yang kami usulkan itu, intervensi tinggi. Kalau pada waktu kemarin sepenuhnya dibiarkan perencanaan ini kepada kami badan usaha milik desa (BUMDES), mungkin ada beberapa item yang kami tidak belanjakan. Bahkan ada beberapa akses yang kami akan perbaiki itu tidak bisa. Salah satunya yang akan kami perbaiki itu lapangan, MCK yang sudah tidak layak lagi,” ujarnya.

“Untuk beberapa peralatan Bumdes yang rusak, kami sudah ada antisipasi soal itu. Khususnya soal tenda, karena sangat dibutuhkan oleh warga, baik acara duka maupun suka dan itu tidak dipungut biaya (gratis). Untuk mobil mini sebagian sudah kami perbaiki,” tambah Fikri.

Disinggung soal laporan pertanggungjawaban (LPJ), Fikri mengungkapkan alasan keterlambatan tersebut.

“Tetap kita akan buat, persoalan terlambatnya laporan pertanggungjawaban (LPJ), mengingat bukan hanya saya sendiri, bendahara masih sibuk dan kemarin juga masih pelatihan,” pungkasnya.(FO7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here