Tinjau Kelompok Tani Permulaan, Lima Legislatif Sumut Sambangi Desa Wango

0
273

Nias Barat – Lima orang anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara menyambangi desa wango kecamatan Lolofitu Moi kabupaten Nias Barat untuk meninjau kelompok tani permulaan di desa tersebut di dusun III, bertempat di rumah ketua kelompok tani permulaan Paliato Halawa (8/7/2020)

Ada pun DPRD provinsi tersebut antara lain, Berkat laoli, Tomas Dakhi, Budieli Laia, Megawati Zebua dan Reformasi Dakhi.

Pada penyampaian Camat Lolofitu Moi Yarely Halawa dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada legislatif Sumut ini.

“Kami merasa bangga dengan kedatangan DPRD provinsi di desa Wango. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami karena bisa melihat langsung kondisi dan keadaan kami di sini,” ucapnya.

Yarely juga meminta kepada wakil rakyat agar mencari solusi agar kembali memulihkan efektivitas dan penghasilan peternak.

“Dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan, bahwa selain dampak Covid-19 yang dialami masyarakat kecamatan Lolofitu Moi atau pada umumnya Kabupaten Nias Barat, adanya penyakit babi hingga semua peternak babi mati semua, sehingga masyarakat mengalami kerugian pada penghasilan mereka,” cetus Camat.

Sementara itu, salah satu anggota DPRD Sumut, Tomas Dakhi menyampaikan, kedatangan pihaknya dalam rangka mengecek penyaluran bantuan provinsi Sumatera Utara.

“Tujuan kami di sini untuk mengecek bantuan dari provinsi yang diberikan untuk kelompok tani melalui Dinas Pertanian kabupaten Nias Barat apakah sudah diserahkan di setiap kelompok tani atau tidak serta bagaimana perkembangannya, dan ketika udah di serahkan maka apa saja kesulitan kelompok tani, bisa kalian sampaikan secara tertulis melalui kadis pertanian,” singkatnya.

Menanggapi tujuan kedatangan legislatif tersebut, Ketua kelompok Tani Permulaan desa Wango, Paliato Halawa menyampaikan bahwa pada tahun 2019, pihaknya sudah menerima bantuan melalui dinas pertanian.

“Seperti kedelai, serta kami juga telah difasilitasi bibit bening, pupuk dan lain-lain. Namun ada sedikit kekurangan kami yaitu alat pengolahan lahan, dimana jika kami membuka lahan masih memakai cangkul. Kasihan ibu-ibu kelompok tani ini karena pada tua semua, maka kami berharap bisa mendapat bantuan alat tersebut untuk digunakan membuka lahan seperti alat jefator,” ungkap Paliato seraya berharap kepada para wakil rakyat agar aspirasi untuk secepatnya ditindaklanjuti.

Menyikapi hal ini, Tomas Dakhi menuturkan pihaknya sudah membahas dan sudah mengarahkan dinas terkait.

“Intinya sudah kami bahas, hingga masalah UKM untuk menampung hasil dari pertanian ini, dan semua permintaan dari kelompok tani ini, tinggal menunggu realisasinya. Ini akan kami kawal terus,” pungkasnya.(fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here