KPU Bitung Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Capai 80 Persen

0
492
Ketua Divisi SDM dan Parmas KPU Bitung, Idhli Ramadhiani Fitriah

Bitung, Sulut – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bitung menargetkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 mencapai 80 persen.

“Kita tetap optimis diangka 80 persen,” ucap Ketua Divisi SDM dan Parmas KPU Bitung, Idhli Ramadhiani Fitriah di sosialisasi PKPU nomor 5 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas PKPU nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Walikota, Jumat (10/7/2020) di Fave Hotel Bitung.

Target yang dicanangkan KPU Bitung lebih tinggi dari target yang ditetapkan nasional untuk Pilkada 2020 diangka 77,5 persen.

“Di pemilu lalu tingkat partisipasi pemilih diangka 77,2 persen. Nah, untuk Pilkada 2020 ini kami akan menggenjot target partisipasi hingga mencapai 80 persen nantinya,” tukas Idhli.

Artinya, sambung Idhli, pihaknya akan lebih intensif dalam melakukan sosialisasi agar target 80 persen tercapai.

“Sosialisasi tentu mengurangi tatap muka, kita tidak ingin menjadi penyebab klaster penularan baru. Kita akan mengefektifkan bentuk lain misalnya lewat media, medsos, infografis atau selebaran-selebaran,” tuturnya.

Meski demikian, kata dia, situasi pandemi COVID-19 menjadi tantangan bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bitung.

Idhli pun mengaku tidak mengetahui grafik perkembangan COVID-19 pada bulan Desember mendatang. Sedangkan pemungutan suara akan dilaksanakan pada 9 Desember nanti.

“Kita tidak tahu Desember nanti seperti apa, grafiknya menanjak, mendatar atau menurun. Kita berharap menurun, sehingga masyarakat tidak takut datang ke TPS,” ungkapnya.

Hanya saja, pihaknya terus berupaya maksimal untuk meyakinkan masyarakat. Salah satunya menjalankan protokol kesehatan pada setiap tahap pilkada.

Petugas wajib memakai masker, alat tulis sendiri, hand sanitizer dan sarung tangan sekali pakai. “Insya Allah bisa meyakinkan masyarakat bahwa kita serius, kita tidak ingin masyarakat juga menjadi tertular. Semoga bisa menumbuhkan keyakinan bahwa pemilihan itu aman, sehingga mereka mau datang,” katanya.

Dirinya mengatakan bahwa pelaksanaan rapid test sudah dilakukan selama empat hari untuk 8 Kecamatan, mulai dari PPK, PPS, sekretariat PPK dan PPS, petugas pemuktahiran data pemilih hingga sekretariat PPDP.

“Jika hasilnya reaktif, calon PPDP akan langsung diganti dengan orang lain dan saat itu juga dilakukan rapid test. Menentukan reaktif atau non reaktif adalah kewenangan RSUD Manembo-nembo,” ujarnya.

Idhli juga menjelaskan, untuk penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dijadwalkan pada bulan Oktober 2020.

“Masih di bulan Oktober, masih lama. Sekarang ini sedang pembentukan petugasnya dulu sampai pertengahan Juli, terus 15 Juli sampai 13 Agustus itu teman-teman datang dari rumah ke rumah untuk mendata pemilih,” pungkasnya.(rpm/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here