Tak Hadir RDP Lahan Stadion Duasudara, Kinerja Pemkot Bitung Dipertanyakan

0
572
Suasana RDP Lahan Stadion Duasudara di Ruang Sidang DPRD Bitung, Selasa (14/7/2020)

Bitung, Sulut – DPRD mempertanyakan kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung. Hal ini dibuktikan saat Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar lintas Komisi I, II dan III DPRD Kota Bitung terkait persoalan pembayaran lahan Stadion Duasudara harus ditunda akibat mangkirnya pihak Pemerintah Kota Bitung dalam agenda yang digelar Selasa, (14/7/2020).

Dari pantauan, RDP yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Bitung, Aldo Nova Ratungalo bisa saja dilaksanakan. Namun apa daya karena pihak Pemkot Bitung dalam hal ini Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung, Audy Pangemanan selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak hadir, maka kegiatan tersebut harus ditunda pada besok hari, Rabu (15/7/2020).

Ketidakhadiran Sekkot Bitung, Audy Pangemanan dalam agenda tersebut terpaksa harus dilakukan skors oleh Ketua DPRD, karena menunggu kepastian dan jawaban dari Sekkot Bitung terkait kehadirannya dalam rapat tersebut.

Dua kali diskors, membuat sejumlah anggota DPRD Kota Bitung yang hadir kesal. Bahkan Pemkot Bitung dituding menganggap karena mengabaikan undangan dari DPRD Kota Bitung

Ketua Fraksi ‘Air’ yang juga Wakil Ketua Komisi III, Hasan Suga terlihat kecewa dengan sikap Pemkot Bitung yang diduga tidak menghargai undangan. Bahkan dia, terang-terangan saat melakukan instruksi.

“Semestinya Pemkot Bitung hadir dalam rapat ini. Agar supaya kami pihak legislatif yang mewakil masyarakat bisa mengetahui duduk persoalan dari masalah ini. Jika pihak Pemkot tidak hadir rapat ini akan jadi sia-sia. Kami hadir disini untuk mendengarkan penjelasan dari Pemkot Bitung. Agar supaya tidak jadi bola liar. Dan tidak menyalahkan satu sama lain antara legislatif dan eksekutif,” teriak Hasan, dengan suara lantang.

Salah satu perwakilan pembawa aspirasi terkait polemik Lahan Stadion Duasudara, Rusdianto Makahinda dalam instruksinya sangat menyayangkan sikap dari Pemkot Bitung.

“Betul yang pak Hasan bilang. Bukan hanya pandang enteng. Tapi pihak Pemkot sudah melecehkan DPRD Bitung. Harusnya mereka hadir memenuhi undangan saat ini. Bukan malah beralasan baru menerima surat. Toh, ini juga agenda yang sangat penting. Kalupun ditunda besok pastikan Pemkot hadir. Supaya permasalahan ini mendapatkan titik terang,” kesalnya.

Sementara itu, Sekkot Bitung, Audy Pangemanan dalam balasan isi suratnnya perihal ketidakhadiranya yang dibacakan Ketua DPRD Kota Bitung Aldo Nova Ratungalo menyampaikan jika tidak bisa hadir karena ada agenda lain di jam yang sama.

“Dari balasan surat Sekot terkait undangan yang kita berikan memohon maaf tidak bisa hadir dalam RDP ini. Sebab undangan yang kita berikan baru diterimanya pada Pukul 11.00 Wita. Dan pada waktu yang sama dirinya ada agenda lain dengan Pemkot Bitung. Pun, meminta agar agenda hari ini ditunda sampai Senin pekan depan,” ujar Aldo, saat membacakan balasan surat undangan dari Sekkot.

Alhasil, RDP yang awalnya akan ditunda pada Senin pekan depan. Disepakati dilaksanakan pada besok hari, Rabu (15/7/2020) pukul 10.00 Wita. Dengan catatan pihak Pemkot Bitung dipastikan harus hadir.

Hadir dalam RDP itu, Ramoy Markus Luntungan (RML), anggota DPRD Bitung, perwakilan ahli waris, serta para pembawa aspirasi, Michael Jacobus, Rocky Oroh, Rusdianto Makahinda.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here