Astaga, Diduga Ada Kelompok Tani “Siluman” GERNAS Perkebunan Kakao di Bolmut

0
703

Bolmut, Sulut – Miliaran rupiah yang dikucurkan lewat APBN khusus untuk Program Gerakan Nasional (GERNAS) Pengembangan Tanaman Kakao di Bolmut diduga dimanipulasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hal ini terungkap saat awak media melakukan penelusuran di lapangan dengan menemui sejumlah warga yang diduga tercatat sebagai dalam kelompok tani “siluman”.

Mirisnya, salah satu kelompok yang diduga disutradarai oleh oknum pejabat dengan memainkan peran berdalih biaya pembukaan lahan.

Rahmat Gumohung alias Fuad yang merupakan salah satu Ketua Kelompok saat ditemui media ini terkejut dengan adanya kelompok tani tanaman kakao tersebut.

“Saya tidak pernah tahu jika saya adalah ketua kelompok. Memang pernah diminta untuk melakukan penyemprotan racun rumput oleh Staf perkebunan Bolmut dan diberikan upah senilai Rp 6 juta,” ucapnya, Kamis (16/7/2020).

Fuad pun mengaku usai pemberian upahnya, dirinya tidak pernah lagi menerima uang.

“Cuman sekali itu, anehnya kok nama saya tertera sebagai ketua kelompok dan menerima puluhan juta rupiah,” cetusnya.

Fuad pun dengan lantang menegaskan, bahwa ia tidak pernah menandatangani daftar nama pemberian upah pembukaan lahan bahkan berkas lainnya.

“Jangankan daftar nama, berkas lainnya pun saya tidak pernah menandatangani. Ini bukan tandatangan saya, demi Allah saya tidak pernah menerima uang sebanyak itu,” geramnya.

Menanggapi hal ini, LP3K Bolmut Robby Olli, meminta Bupati dan Wakil Bupati agar mengevaluasi kinerja dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Bolmut terlebih dengan adanya bantuan baik dari pemerintah daerah, provinsi maupun pemerintah pusat.

“Evaluasi tersebut guna kepastian legalitas kelompok tani penerima bantuan dan mengetahui tingkat keberhasilan kelompok tani yang bersangkutan dalam mengelola bantuan pemerintah,” ucapnya.

Ia berharap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat besar terhadap masyarakat banyak. Terutama, dipergunakan sebagai modal awal petani dalam mengembangkan pertanian maupun perkebunan.

“Yang perlu diwaspadai pemerintah daerah yakni kelompok tani yang munculnya saat hanya ingin mendapatkan bantuan bibit dan lain sebagainya. Kelompok tani seperti ini, kerap muncul tapi tidak mampu mengembangkan dan mengelola bantuan,” katanya.

Menurut Robby, kelompok tani dadakan itu biasanya bubar setelah menerima bantuan. “Untuk itu pemerintah daerah hendaknya lebih selektif dalam menyalurkan bantuan agar tepat sasaran. Kelompok tani penerima bantuan hendaknya merupakan kelompok tani yang menjadi binaan pemerintah, sehingga diketahui kinerjanya. Bisa saja kelompok tani baru menerima bantuan, namun dalam pengelolaannya harus dibimbing dan diawasi secara ketat. Apabila program bantuan itu sukses, maka tahapan selanjutnya diberikan kepada kelompok lain yang juga membutuhkan. sehingga bantuan tersebut tidak berhenti sampai disitu saja,” tukasnya.

“Jika setiap tahun pemerintah bisa menyalurkan bantuan hingga lima kelompok tani dan sukses pengembangannya, maka selama lima tahun ada 25 kelompok tani yang bisa menerima dan memanfaatkan bantuan,” tambah Robby.

Robby meminta kepada aparat penegak hukum untuk menelusuri dugaan kasus Gernas Perkebunan Kakao ini.

“Kami harap, KPK, Kepolisian dan Kejaksaan agar masalah ini ditindaklanjuti. Jika memang telah ditemukan ada indikasi tindakan korupsi yang tentunya menyebabkan kerugian negara, maka wajib diproses sesuai hukum yang berlaku agar tidak ada lagi tikus-tikus koruptor di Bolmut yang kita cintai,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Perkebunan Bolmut Yulin Kohongia, SE Msi saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa dirinya belum menjabat ketika adanya anggaran terkait program Kakao.

“Saya belum tahu seperti apa keberadaan program perkebunan kakao di Bolmut, memang Dinas Perkebunan Provinsi selalu mempertanyakan perkembangan perkebunan kakao tersebut, dan terus melakukan kucuran anggaran khusus pengembangan gerakan nasional penanaman kakao. Untuk lebih jelasnya silahkan pertanyakan hal ini ke pejabat sebelumnya,” singkatnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here