Pria di Gorontalo Tewas Ditikam Penyandang Disabilitas

0
608
Ilustrasi

Gorontalo – Kejadian berdarah kembali terjadi di Kabupaten Gorontalo. Kali ini menimpa Firman Mantali (47) warga desa Tabongo Barat kecamatan Tabongo yang diduga tewas ditikam temannya, YH alias Bubu (41) warga desa Ilomangga, Kecamatan Batudaa, Sabtu (18/7/2020) sekitar pukul 04.45 Wita.

Menurut istri pelaku, Nangsi Dalango (40), korban dan pelaku sebelumnya jalan bersama sejak pukul 20.00 wita, pada pukul 04.30 wita keduanya datang ke rumah pelaku dengan menggunakan sepeda motor.

“Firman (korban) cuma mengantar suami saya (pelaku) dan sealnjutnya dia langsung pergi. Ketika turun saya melihat ada luka pada bibir suami dan saya pun ikut menanyakan penyebabnya,” ucapnya.

Ketika ditanya oleh sang istri, pelaku YH yang merupakan penyandang disabilitas (tuna rungu) dengan bahasa isyarat mengatakan bahwa dirinya dipukul oleh korban.

“Tak lama kemudian datanglah korban, dari kejauhan berteriak minta topi yang dipinjamkan ke suami saya. Kemudian saya menyerahkan topi tersebut kepada dia. Saya sudah memintanya untuk pulang, namun Firman menjawab saya tidak takut sambil mendekati pelaku,” ujar Sri dihadapan polisi.

Lanjut Sri, saat korban dan pelaku berdiri berhadapan, pelaku langsung mengambil sebilah pisau dari pinggangnya dan menusukan ke arah korban dan mengena di bagian tangan sebelah kiri. Korban kemudian lari meninggalkan pelaku, namun pelaku mengejarnya.

“Sekitar 15 menit kemudian pelaku kembali ke rumah dan mengatakan dengan bahasa isyarat bahwa dia telah menusuk korban dengan sebilah pisau di bagian leher sebelah kiri. Kemudian ia meminta saya untuk melapor di Polsek Batudaa,” pungkasnya.

Kapolsek Batudaa IPTU Mohamad Adam S.H, saat dikonfirmasi kepada media ini membenarkan kejadian tersebut.

“Saat menerima laporan kami langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan korban sudah meninggal dunia.

Lanjutnya, kata Kapolsek, saat pihaknya ke TKP, korban sudah terlihat tergelatak di depan warung makan milik warga.

“Saat ini sementara dalam penyelidikan. Karena pelaku penyandang tuna rungu, nanti akan kami hadirkan ahli. Tapi untuk sementara, istri pelaku sebagai penerjemah,” tukasnya.(fangki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here