Camat Lolomatua Apresiasi Kinerja Kades Caritas Sogawunasi

0
275

Nias Selatan – Camat Lolomatua Kabupaten Nias Selatan Alinudin Laia SE mengapresiasi kinerja Kepala Desa Caritas Sogawunasi, Faonalala Giawa. Pasalnya dari 13 desa di kecamatan Lolomatua, desa Caritas Sogawunasi yang paling tercepat mencapai penarikan dana sebesar 70 persen dari BPBdesa TA. 2020.

“Kinerja Kepala desa Caritas Sogawunasi Faonalala Giawa patut diapresiasi karena pada pelaksanaan APBdesa TA. 2020 ini desa Caritas Sogawunasi yang paling tercepat telah siap melakukan penarikan dana sebesar 70 persen dari APBdesa TA. 2020. Dan apalagi pada situasi Covid-19 ini, kepala desa tersebut sangat berusaha cepat agar bantuan seperti BLT-DD itu cepat diterima oleh masyarakatnya,” ucap Camat kepada media ini, Rabu (22/7/2020).

Tambahnya, pelaksanaan roda pemerintahan desa Caritas Sogawunasi sangat bagus dan tercepat karena kepala desanya sangat bermasyarakat dan bersifat membangun.

“Dan tentu sebagaimana yang telah saya programkan dari kantor camat bahwa bagi siapa kepala desa yang paling tercepat selesai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) maka kami dari pihak kantor camat Lolomatua memberi piagam penghargaan dan salah satunya yang menerima piagam penghargaan,” tukas Alinudin.

Terpisah, Kepala desa Caritas Sogawunasi Faonalala Giawa ketika ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, selama menjabat kepala desa Caritas Sogawunasi ini, dirinya berkomitmen dan berusaha agar proses pelaksanaan kegiatan di desa tersebut tercepat.

“Apalagi yang namanya kepentingan masyarakat baik dari segi kepengurusan saya tidak perna mempersulit. Benar apa yang dikatakan pak Camat Lolomatua bahwa dari 13 desa di kecamatan Lolomatua ini salah satu desa saya yang tercepat mencapi 70 persen telah melakukan penarikan dana APBdesa tahun anggaran 2020,” ujarnya.

Faonalala mengungkapkan, pada bulan april lalu pertama melakukan penarikan dana vfsik sebesar 30 persen, yang sebenarnya pada pengajuannya 40 persen. “Setelah kami melakukan penarikan yang 30 persen itu, kami langsung undangkan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan yaitu pengerasan jalan,” ungkapnya.

Lanjut Kades, adapun yang telah siap dikerjakan pada penarikan tahap pertama yakni pembersihan lahan, pembayaran material batu kepada masyarakat.

“Pembayaran harga batu BBIC di Oyo diangkut oleh truk, pembayaran gaji upah kerja dan sebagian saya kasi untuk honor. Memang pada pengajuan kami, pengerasan sepanjang 600 meter namun yang telah siap dilaksanakan pada penarikan yang 30 persen yakni sepanjang 450 meter, karena tidak lama kemudian setelah siap dikerjakan, muncullah peraturan baru bahwa 25 persen dari dana desa dipotong untuk penanggulangan dampak COVID-19,” tukasnya.

“Untuk fisik hanya sekitar Rp400 juta lebih sementara yang telah selesa dikerjakan pada tahap pertama itu sekitar Rp200 juta, dan tahap demi tahap hingga bulan juni lalu telah siap kami melakukan penarikan dana sebesar 70 persen dari APBdesa TA. 2020, dan mungkin minggu depan ini akan kami tarik yang 10 persen lagi sehingga genap 80 persen,” tambah Faonalala.

Terkait penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp600 ribu perbulan per KK, Faonalala menambahkan telah selesai disalurkan kepada masyarakat penerima selama tiga bulan.

“Tinggal bulan Juli, Agustus dan September yang belum saya salurkan yakni sebesar Rp300 ribu perbulan dan mungkin ketika nanti sudah kami tarik dana yang 10 persen maka kami akan salurkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Faonalala pun berharap kepada seluruh masyarakatnya agar selalu mendukung program pemerintah desa. “Mari mendukung program pemerintahan desa untuk menuju desa Caritas Sogawunasi yang lebih berkemajuan lagi,” pungkasnya.(fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here