Kejari Bitung Bidik Tersangka Baru Dugaan Korupsi Dana KKP 2015

0
408
Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Andreas Atmaji, SH

Bitung, Sulut – Kejari Bitung semakin menunjukkan tajinya dalam pemberantasan korupsi. Usai menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana pembantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2015, kini Kejari Bitung kembali membidik tersangka lain atas kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung Frenkie Son SH MM MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Andreas Atmaji SH saat dikonfirmasi media ini mengatakan, pihaknya masih mendalami keterlibatan orang tersebut. “Intinya pengembangan kasus terus dilakukan,” ucapnya, Rabu (22/7/2020).

Dirinya juga mengakui pihaknya kembali memanggil salah seorang saksi untuk dimintai keterangannya. Namun sayangnya, sejauh ini Andreas belum bisa menyampaikan unsur mana saja yang terlibat dalam kasus ini. Apakah itu pejabat, kontraktor atau lainnya.

“Belum nanti saja. Yang jelas kami akan berusaha melakukan pengembangan. Mudah-mudahan kalau alat buktinya cukup langsung ditetapkan sebagai tersangka,” tukasnya.

Selain membidik keterlibatan orang lain, Kejari Bitung menelusuri aliran dana hasil korupsi tersebut. Sejalan dengan penanganan kasus ini yang bermula dari penyelidikan umum, kemudian meningkat ke penyidikan. “Akan ditelusuri kemana saja uangnya,” pungkas Andreas.

Sementara dari informasi yang diperoleh media ini, Selasa (21/7/2020), oknum berinisial CH dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Kejari Bitung yang diduga terkait kasus ini. Dirinya diperiksa sekitar 6 (enam) jam, mulai pukul 11.30 wita hingga pukul 17.30 wita.

Sebagai catatan, sebelumnya Kejari Bitung menetapkan ketiga tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana tugas pembantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung tahun anggaran 2015 senilai Rp 9 Miliar, masing-masing berinisial Tersangka LM alias Lisje mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bitung selaku KPA, Tersangka FM alias Ferin yakni ASN di Dinas Kelautan dan Perikanan selaku PPK dan Tersangka FFP alias Frans selaku penyedia.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here