Terus Dalami Dugaan Korupsi Dana KKP 2015, Kejari Bitung Kembali Lakukan Pemeriksaan

0
241
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Andreas Atmaji SH

Bitung, Sulut – Kasus dugaan korupsi dana pembantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2015 terus berlanjut. Kini Kejari Bitung kembali membidik tersangka lain atas kasus tersebut.

Hal ini dibuktikan, saat Kejari kembali memanggil salah seorang saksi yakni berinisial IV alias Ivane untuk dimintai keterangannya.

“Iya betul, selasa kemarin memanggil CH alias Christ, dan hari ini kami kembali memanggil IV alias Ivane,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung Frenkie Son SH MM MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Andreas Atmaji SH kepada media ini, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya, pemanggilan tersebut dalam rangka pengembangan kasus senilai Rp 9 miliar ini. “Intinya pendalaman kasus terus kami lakukan, apakah masih ada keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut,” ujarnya.

Namun sayangnya, Andreas kembali masih enggan membeberkan unsur mana saja yang terlibat dalam kasus ini. Apakah itu pejabat, kontraktor atau lainnya.

“Belum nanti saja. Yang jelas kami akan berusaha melakukan pengembangan. Mudah-mudahan kalau alat buktinya cukup langsung ditetapkan sebagai tersangka, jika tidak kami akan hentikan. Dan pastinya perkembangan kasus ini akan kami kabarkan secara intens,” tukasnya.

Dirinya menegaskan, pihaknya sementara menelusuri aliran dana hasil korupsi tersebut. Sejalan dengan penanganan kasus ini yang bermula dari penyelidikan umum, kemudian meningkat ke penyidikan. “Akan ditelusuri kemana saja uangnya,” pungkas Andreas.

Dari informasi yang diperoleh media ini, Ivane diketahui merupakan salah satu pegawai (karyawan) Christ. Ivane diperiksa sekitar 5 (lima) jam, mulai pukul 09.30 wita hingga pukul 14.30 wita.

Sebagai catatan, sebelumnya Kejari Bitung menetapkan tiga tersangka, masing-masing berinisial LM alias Lisje mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bitung selaku KPA, FM alias Ferin yakni ASN di Dinas Kelautan dan Perikanan selaku PPK dan FFP alias Frans selaku penyedia.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here