Bak “Hantu Gentayangan”, DPRD Bolmut Diminta Bentuk Pansus Gernas Perkebunan Kakao

0
242
Wakil Ketua DPRD Bolmut Drs. Salim Bin Abdullah

Bolmut, Sulut – Polemik Program Gerakan Nasional (GERNAS) perkebunan tanaman Kakao di kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) akhirnya membuat para aktivis ikut angkat bicara.

Pasalnya, program yang bernilai miliaran rupiah dari APBN bak “hantu gentayangan” tanpa ada realisasi. Hal ini dibuktikan pada lahan perkebunan dan pengembangan tanaman kakao yang diduga fiktif.

Aktivis Lembaga Pemantau Pembangunan Pemerintahan dan Kemasyarakatan (LP3K) Bolmut Jabir Patingki mendesak DPRD Bolmut untuk segera membentuk Pansus Gernas Perkebunan Kakao Desa Inomunga yang diduga dijadikan “lahan haram” oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, agar tidak menjadi polemik berkelanjutan.

“Kami meminta agar DPRD Bolmut segera membentuk pansus untuk menindaklanjuti hal tersebut, dengan turun langsung mengecek keberadaan perkebunan Kakao. Para wakil rakyat harus peka terhadap setiap pemberitaan. Dan perlu diketahui, hal ini sudah menjadi polemik di masyarakat,” tukasnya saat bersua dengan media ini, Senin (27/7/2020).

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Bolmut Drs. Salim Bin Abdullah sangat terkejut karena semenjak dirinya duduk di DPRD selama 4 (empat) periode tidak pernah mengetahui terkait adanya program tersebut.

Salim menegaskan akan menelusuri hal ini, karena kata Salim, jika ada anggaran yang turun tentunya ada laporan atau pemberitahuan dari daerah ke provinsi hingga ke pemerintah pusat sehingga mendapatkan kucuran dana.

“Kami akan pelajari dan mengecek langsung kebenaran informasi ini. Jika memang benar, akan kami tindaklanjuti dengan memanggil dinas terkait untuk dimintai penjelasan terkait program Gernas Perkebunan Kakao dan pastinya kami akan cek langsung dimana lokasi lahan tersebut,” ujarnya.

Salim pun menyayangkan, masih ada oknum-oknum yang tidak berfikir terkait pengembangan wilayah dan kemakmuran masyarakat. “Ini akan menjadi preseden buruk bagi daerah kita, nantinya pemerintah pusat tidak akan lagi memberikan ruang untuk program-program strategis lainnya” pungkasnya.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here