Lebih Simpel, Dokumen Dukcapil Kini Diprint Pakai Barcode dan di Kertas HVS

0
171
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bitung, Albert M. Kukus

Bitung, Sulut – Semenjak terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri bernomor 104 tahun 2019 dan Permendagri nomor 109 tahun 2019.

Kedua Permendagri tersebut, berisi dua butir putusan penting yakni bahwa sesuai Permendagri nomor 104 tahun 2019 tentang pendokumentasian administrasi kependudukan pasal 19 ayat 6 yang berbunyi: “dalam hal dokumen kependudukan dalam format digital, dan sudah ditandatangani secara digital dan KTP-el sudah tidak memerlukan legalisir”.

Dokumen kependudukan berupa kartu keluarga, dokumen pencatatan sipil (akta kelahiran, perkawinan, kematian, perceraian, dll,) tidak lagi memerlukan legalisir.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bitung, Albert M. Kukus saat ditemui awak media, Kamis (10/9/2020) di ruang kerjanya.

Penjelasan soal ini, kata Albert, mengingat, dokumen administrasi kependudukan tersebut kini bisa diketahui keasliannya hanya dengan melakukan scan barcode yang ada di masing-masing dokumen.

“Dulu masih pakai aneka blanko masing-masing, yang pakai hologram, gambar burung Garuda dan sejenisnya, kini dengan adanya aturan baru Kemendagri tersebut, maka kita memakai kertas HVS A4 ukuran berat 80 gram untuk diprint kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, semua dokumen kini tak lagi menggunakan blanko, tetapi kertas biasa kecuali e-KTP dan KIA atau kartu identitas anak.

Albert pun berharap masyarakat yang datang mengurus dokumen administrasi kependudukan, bisa memahami perubahan tersebut.

“Sekarang lebih mudah, karena serba digital, semua lewat database. Jadi, jika surat-surat mereka hilang maka kita bisa print ulang karena sudah ada datanya yang tersimpan di hp mereka dan di server Dinas Dukcapil, sisa barcode-nya discan dan kita print di kantor Dukcapil, jadi lebih praktis,” pungkasnya.(ryp/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here